Kritikan tajam diberikan kepada Ketua Badan Tim Nasional Sumardji. Usai memberikan komentarnya soal tim nasional U-23 yang dipersiapkan untuk Piala AFF U-23.
Dikutip dari akun Instagram @Wasitmafia, Sumardji harunya tidak bersikap arogan dengan para pelatih asing di klub-klub Indonesia. Apalagi Piala AFF U-23 tidak masuk dalam agenda FIFa Match, sehingga klub juga tidak wajib melepas pemainnya ke Timnas.
Maka dari itu PSSI harus memberikan alternatif kompetisi. Agar Klub yang mengontrak pemain banyak dan mahal tidak hanya berkompetisi di Liga 1. Pemain cadangan yang masih MUda bisa diturunkan diajang kompetisi yang lain.
Sebelumnya, Sumardji mengatakan bahwa sejumlah klub telah bersurat kepada PSSI karena harus menahan para pemainnya yang harus berkompetisi di Liga 1, seperti Persib Bandung, Bali United, dan PSIS Semarang. Namun Sumardji menyatakan bahwa dua klub telah menolak untuk melepas pemain-pemainnya.
"Tetapi, yang membuat kami prihatin, saya sangat kecewa dengan tidak hadirnya dua pemain dengan alasan berbagai macam. Pertama Persija Jakarta (Rizky Ridho), yang kedua PSM Makassar (Dzaky Asraf)," kata Sumardji dikutip dari ANTARA.
Sumardji mengatakan, program pemusatan latihan timnas U-23 semestinya dimulai pada 8 Agustus, namun harus ditunda karena permintaan beberapa klub sehingga baru dapat dimulai pada 10 Agustus.
"Apalagi kami lihat, kapten timnas itu Ridho. Kalau kapten timnas Ridho saja tidak dikasih, yang harus kami pikir pada saat pertandingan. Pada saat kompetisi lawannya negara lain, Malaysia, Vietnam, Thailand, terus kita kalah, hasilnya minus, mau ditaruh di mana harga diri bangsa?" tegasnya.
Sumardji menyampaikan bahwa dalam komunikasi dengan Rizky Ridho, sang pemain mengatakan ingin segera bergabung dengan timnas. Namun karena terikat kontrak, ia harus mengikuti keinginan pihak klub.
Sosok yang juga menjabat sebagai manajer timnas untuk SEA Games 2023 itu selanjutnya akan melaporkan masalah ini kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan berkoordinasi dengan pelatih Shin Tae-yong perihal opsi pemain pengganti untuk Rizky Ridho dan Dzaky Asraf.
Baca Juga: Berperan Jadi Pengacara, Rowoon Ungkap Alasan Bintangi 'Destined With You'
"Opsinya adalah satu Kanu (Helmiawan), mungkin opsi kedua Haykal (Alhafiz), kami akan komunikasikan lagi dengan klubnya. Tetapi kemarin saya sudah ditelpon oleh manajemen Persis Solo, kalau memang Kanu dibutuhkan hari ini juga akan dikirim," ucap Sumardji.
Dalam pemanggilan pemain-pemain timnas U-23, PSSI turut memanggil sejumlah pemain yang sedang mengikuti pendidikan kepolisian seperti Muhammad Ferrari dan Frengky Missa.
Untuk pemain-pemain yang sedang mengikuti pendidikan kepolisian, Sumardji mengatakan bahwa mereka tetap dapat bergabung dengan timnas.
"Kalau Ferarri posisinya sedang pendidikan, semua bisa bergabung. Tidak ada masalah. Persija di suratnya tertulis diizinkan atau tidak tergantung kepolisian. Pendidikan mereka berakhir Desember awal, tapi mereka yang melaksanakan pendidikan menyesuaikan jadwal timnas," pungkasnya.
Melihat unggahan di akun Instagram @Wasitmafia, publik pun geram. Mereka memberikan komentar beragam.
"Tergantung pelatihnya mau bantu Merah Putih nggak. Contoh Persebaya mau lepas Ernando Ari padahal timnya lagi terpuruk. Persis Solo juga mau lepas Irfan Juhari dan Sananta, padahal Sananta lagi bagus-bagusnya. Semua kembali ke pelatih mau bantu timnas apa enggak," tulis netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul