Pertandingan sengit antara PSIS Semarang vs Persib Bandung pada Liga 1 2023/2024, Sabtu (20/8/2023) berakhir dengan dua kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit.
Salah satu kartu merah tersebut diberikan kepada Adi Satryo, kiper PSIS, ketika ia keluar dari gawangnya dan menabrak Arsan Makarim, hingga terluka.
Insiden ini terlihat sangat berbahaya dan menyebabkan luka robek di pelipis Arsan. Adi segera diusir keluar lapangan dengan kartu merah, dan ia menyesali tindakan tersebut.
Melalui komentar di akun Instagram pribadinya, mantan kiper Persik Kediri ini menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi.
"Harap dimaklumi kepada semua, saya secara pribadi telah meminta maaf kepada Arsan Makarim atas kejadian yang tidak diinginkan selama dan setelah pertandingan," tulis Adi.
"Sayangnya, permintaan maaf saya tidak mendapatkan perhatian yang cukup, dan saya harap semua bisa lebih bijaksana dalam menginterpretasikan peristiwa ini dan tidak melibatkan keluarga yang tidak bersalah dalam masalah ini," tambahnya.
Bukannya mereda, sejumlah netizen tetap melampiaskan kekesalannya. Kiper yang juga membela Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023 kemarin ini masih saja mendapatkan bully-an.
Bahkan yang membuat khawatir, keluarga Adi, termasuk istri dan anaknya yang masih bayi, turut menjadi sasaran hujatan dari pengguna internet melalui komentar.
Hal itu membuat Adi Satriyo melakukan langkah tegas. Ia melayangkan somasi terhadap akun-akun yang justru menyeret keluarganya.
Baca Juga: Manajemen PSIS Semarang Dukung Adi Satryo Lakukan Somasi ke Netizen, Siap Lakukan Pendampingan Hukum
Akun @inty6yggbzrf dan akun @urby98 merupakan pengguna Instagram yang berkomentar terlalu berlebihan dan telah disomasi Adi Satriyo.
Seperti diketahui, PSIS Semarang harus takluk ketika menjamu Persib Bandung di lanjutan Liga 1 2023/2024.
PSIS kalah tipis 1-2 oleh Persib Bandung. PSIS Semarang memiliki peluang untuk mengimbangi Maung Bandung saat itu, namun kesalahan lini belakang kembali memberikan hadiah penalti untuk tim lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku