Timnas Indonesia U-23 memang harus puas meraih gelar runner-up di ajang Piala AFF U-23 2023.
Skuad asuhan Shin Tae-yong itu kalah 5-6 (0-0) melalui drama adu penalti dalam laga di Rayong Province Stadium, Thailand, Sabtu (26/8/2023) malam WIB.
Namun, ada prestasi membanggakan yang juga dibawa pulang ke Tanah Air. Adalah gelandang Arkhan Fikri yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen itu.
Peran pentingnya di lini tengah Timnas Indonesia U-23 telah terbukti dalam setiap pertandingan.
Gelandang berusia 18 tahun itu tidak hanya menjadi motor serangan Garuda Muda, tetapi juga menjadi andalan dalam mengatur permainan di lapangan.
Arkhan Fikri lahir pada 28 Desember 2004 silam di Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Kariernya di dunia sepak bola bermula di akademi tanah kelahirannya, yakni Akademi Kwarta Medan pada 2017 silam.
Usai menimba ilmu di akademi kampung halamannya, Arkhan Fikri sempat bergabung dengan PSSA Asahan U-15 setahun kemudian.
Baca Juga: Persib Raih Kemengan Perdana di Kandang, Marc Klok: Ini Modal untuk Lawan Persija!
Kiprahnya pun berlanjut ke pentas nasional, kala dirinya bergabung tim muda salah satu tim Liga 1 yakni Barito Putera U-16.
Ia membela Barito Putera U-16 hingga berhasil menembus tim U-18 sampai tahun 2020 lalu. Dari sanalah bakatnya terendus.
Penampilan apiknya di tim akademi Barito Putera membuat Arkhan Fikri berkesempatan mengikuti pemusatan latihan (TC) bersama Timnas Indonesia U-19.
Saat mengikuti pemusatan latihan tersebut, Arkhan Fikri diketahui telah berseragam Arema FC, di mana ia dikontrak oleh tim berjuluk Singo Edan tersebut.
Tak tanggung-tanggung, Arkhan Fikri diberikan kontrak panjang yang berdurasi lima tahun, durasi yang jarang diberikan kepada pemain lokal.
Adapun alasan Arema FC berani memberikan kontrak panjang kepada Arkhan Fikri karena usianya yang masih muda.
Kontrak jangka panjang itu diberikan dengan tujuan agar Arema FC bisa melakukan regenerasi di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring