Lifestyle / Female
Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • UN Global Compact Network Indonesia menyelenggarakan program SDGI di Jakarta untuk melatih 72 profesional muda.
  • Program enam bulan tersebut membekali peserta menciptakan inovasi tempat kerja guna mendukung pencapaian SDGs di Indonesia.
  • Para peserta mempresentasikan solusi nyata dalam acara penutupan untuk mengatasi tantangan global dan nasional saat ini.

Suara.com - Perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menjadi tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini.

Untuk menjawab persoalan tersebut, generasi muda dinilai memiliki peran strategis sebagai motor lahirnya berbagai inovasi yang dapat diterapkan di dunia kerja maupun masyarakat.

Semangat itu menjadi fokus dalam SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026, program yang digagas UN Global Compact Network Indonesia (IGCN). 

Selama enam bulan, program ini membekali profesional muda dari berbagai perusahaan dengan pelatihan, pendampingan mentor, serta metode inovasi untuk mengidentifikasi persoalan di tempat kerja dan mengembangkan solusi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Tahun ini, SDGI diikuti oleh 72 inovator yang tergabung dalam 18 tim dari 18 perusahaan. Seluruh peserta mempresentasikan hasil inovasi mereka dalam acara penutupan bertajuk Closing Ceremony & Solutions Showcase di Jakarta.

President UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), Y.W. Junardy, mengatakan Indonesia memang telah mencapai sekitar 62 persen target SDGs.

Namun, masih banyak tantangan yang harus diselesaikan bersama, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, akses pendidikan, hingga penyediaan pekerjaan yang layak.

"Hari ini bukanlah sebuah penutupan, melainkan perayaan atas perjalanan para young professionals dalam mengembangkan inovasi dan solusi yang nyata serta berdampak," ujar Junardy.

Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik dan perkembangan AI, dunia usaha perlu terus berinovasi serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.

Baca Juga: Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Ia menilai kolaborasi antara generasi berpengalaman dan generasi muda menjadi kunci untuk mempercepat perubahan.

UN Resident Coordinator in Indonesia, Gita Sabharwal, juga menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih kuat dan memastikan tidak ada pihak yang tertinggal.

"Yang memberi harapan adalah melihat ide-ide ini berubah menjadi aksi nyata dari para profesional muda yang memahami langsung tantangan di lapangan dan mengembangkan solusi inovatif," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si., mengatakan riset dan inovasi menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan masa depan. 

Menurutnya, pengembangan teknologi seperti AI, teknologi antariksa, hingga energi masa depan akan berperan dalam mitigasi bencana, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Load More