/
Sabtu, 09 September 2023 | 13:16 WIB
William PSI di podcast Kaesang PDP ([YouTube/@KaesangPangarepbyGKHebat])

Politisi PSI, William Aditya Sarana atau yang akrab disapa William PSI rasan-rasan tentang kasus Lem Aibon Rp82 Miliar bersama dengan Kaesang dan Kiky Saputri di podcast PDP. 

Pria kelahiran Jakarta, 2 Mei 1996 itu sontak saja ditanya mengenai keberaniannya mengungkap kejanggalan anggaran di RAPBD DKI tahun 2020.

Sebelumnya, nama politisi yang dikenal dengan William PSI ini sempat ramai lantaran mengkritik anggaran dana yang tak masuk akal itu melalui akun Instagramnya @willsarana.

“Ini kan pekerjaan pertama kan. Jadi, kita sebenarnya waktu itu nggak ada rasa takut. Karena waktu itu, kita bahayanya juga nggak tau kan,” ujar William.

“Oh, jadi sekarang tau berati, berati sekarang takut karena sudah tau,” ungkap Kaesang.

“Takut sih, enggak ya, cari aman,” timpal Kiky Saputri.

Tak sampai di situ, Kaesang kemudian memantik William dengan mempertanyakan keberaniannya membuka suara terkait kejanggalan di masa kepemimpinan Heru Budi Hartono.

“Sebenarnya masih ada sih, kita memberikan kritik, evaluasi ke Pak Heru. Tapi memang tidak ada yang sefatal Pak Anies salahnya, gitu,” tutur William.

William Aditya sendiri merupakan anggota DPRD termuda pada masanya. Ia dilantik menjadi Anggota DPRD DKI pada usia 23 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa. 

Baca Juga: Kemeriahan Pesta Rakyat Simpedes Balikpapan

“Dilantik 23 (tahun) jadi anggota DPRD. Dan saat itu saya statusnya masih mahasiswa, semester akhir. Senin dilantik, Sabtunya baru Wisuda,” ujar William.

Tampak berhati-hati saat mengungkapkan persoalan yang dipancing oleh Kiky Saputri dan Kaesang, William mengaku ngeri salah ucap.

“Nggak lah, nggak takut lah. Tapi, tau aja risikonya. Risikonya tau sekarang. Kita Kelola risikonya, dan jangan sampai kebakaran,” ujar William.

“Cara mengelolanya dengan tidak bersuara,” timpal Kaesang,

Load More