Suara Joglo - Kejadian tragis yang dikenal sebagai Gerakan 30 September (G30S), yang diprakarsai oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), adalah suatu peristiwa yang mendalam dalam sejarah Indonesia.
Peristiwa ini mengakibatkan tujuh korban tewas, dengan enam di antaranya adalah jenderal dan satu lagi seorang perwira TNI Angkatan Darat.
Ketujuh korban G30S/PKI ini diculik dan dibunuh dalam satu malam, yaitu dari tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965, kemudian mayat mereka dibuang ke sebuah sumur yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Namun, di balik peristiwa tragis ini, ada beberapa fakta terkait G30S/PKI yang sebenarnya perlu dipertimbangkan:
Terjadinya Akibat Konflik Internal Angkatan Darat
Menurut Cornell Paper (1971) yang ditulis oleh sejarawan Benedict ROG Anderson dan Ruth McVey dari Cornell University, peristiwa G30S/PKI terjadi akibat konflik internal dalam Angkatan Darat. Beberapa perwira Angkatan Darat berkolaborasi dengan anggota Biro Khusus PKI dan terlibat dalam aksi G30S/PKI.
Sejarawan Harold Crouch dalam "Army and Politics in Indonesia" (1978) juga mencatat adanya perpecahan dalam Staf Umum Angkatan Darat (SUAD). Akibatnya, Angkatan Darat terbagi menjadi dua kelompok, yaitu faksi tengah yang dipimpin oleh Letjen TNI Ahmad Yani dan faksi kanan yang melibatkan Jenderal TNI A.H. Nasution serta Mayjen TNI Soeharto. Oleh karena itu, G30S/PKI dilakukan oleh faksi kanan untuk menyerang faksi tengah dan merebut kekuasaan dari Soekarno.
Terlibatnya Pelaku Lain Selain PKI
Selama ini, masyarakat Indonesia umumnya percaya bahwa Gerakan 30 September hanya dilakukan oleh PKI. Namun, fakta menunjukkan bahwa ada oknum-oknum lain yang terlibat dalam peristiwa ini, termasuk Central Intelligence Agency (CIA).
Dale Scott dan Geoffrey Robinson, akademisi kajian sejarah, mengungkapkan bahwa CIA adalah agen dari Amerika Serikat yang bekerjasama dengan Angkatan Darat untuk merencanakan kudeta terhadap pemerintahan orde lama yang dipimpin oleh Soekarno.
Keterlibatan Presiden Soekarno
Salah satu fakta mencengangkan terkait G30S/PKI adalah keterlibatan Presiden Soekarno dalam peristiwa ini. Menurut buku berjudul "The Devious Dalang: Sukarno and So Called Untung Putsch: Eyewitness Report" karya Bambang S. Widjanarko (1974), sekitar bulan September 1965, muncul isu bahwa beberapa petinggi Angkatan Darat tidak puas dengan Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya.
Soekarno kemudian memerintahkan Letkol Untung, Komandan Batalyon 1 Cakrabirawa, untuk menangkap mereka tanpa membunuh. Namun, saat operasi penangkapan dilakukan, beberapa oknum yang emosional justru membunuh para jenderal.
Pengetahuan Soeharto tentang Rencana G30S/PKI
Dalam "Pledoi Kolonel A. Latief: Soeharto Terlibat G30S" (1999), disebutkan bahwa Kolonel Abdul Latief, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri I Jaya Sakti Komando Daerah Militer V, memberi tahu Soeharto tentang rencana G30S/PKI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung, Brigadir Arya Meninggal Dunia
-
SMKN 4 Samarinda Angkat Bicara soal Siswa Meninggal Disebut Akibat Sepatu Sempit
-
Drama Korea More Than Friends: Lelah Menunggu Sampai Akhirnya Disambut
-
3 Pilihan Maskara Viva Cosmetics Mulai Rp43 Ribu, Bikin Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Apakah Hewan Kurban Boleh Betina? Ini Ketentuannya dalam Islam
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Hancurnya Hati Suami Gerebek Istri Selingkuh, Anak yang Dibawa sampai Tendang Lemari
-
vivo S2 Bakal Hadir Lagi? Seri HP Mid-Range Legendaris Ini Dirumorkan Comeback pada 2026
-
Gunung Dukono Meletus Berapa Kali? Ini Riwayat Erupsi Gunung Api Aktif di Halmahera