Siskaeee, pemeran film porno dari rumah produksi Kelas Bintang yang baru-baru ini diciduk oleh Polda Metro Jaya, akan diperiksa.
Perempuan yang viral karena rekaman video tak senonohnya di Bandara YIA, Yogyakarta itu justru asyik dugem di Kamboja saat ini.
Seperti diketahui, jajaran Polda Metro Jaya membongkar dugaan produksi film bokep yang menyeret nama-nama selebgram tanah air. Polisi sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut dan memanggil nama-nama pemeran film, termasuk Siskaeee untuk diperiksa hari ini.
"Dijadwalkan (pemeriksaan) mulai pukul 10.00 WIB," kata Kasubdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kompol Ardian Satrio Utomo dikutip dari Suara.com, Jumat (15/9/2023).
Meski harus datang ke Polda Metro Jaya, Siskaeee tampaknya tak akan hadir langsung, sebab perempuan 25 tahun itu tengah berada di Kamboja.
Hal itu terlihat dari sejumlah Instagram Stories-nya yang menerima undangan di kelab malam di negara tersebut.
Di sisi lain, ramainya soal pemanggilan dirinya oleh polisi. Siskaeee juga memberi sinyal bahwa persoalan ini akan segera berakhir.
Ia mengunggah salah satu foto berlatar lukisan yang dilengkapi dengan caption bahwa persoalannya yang saat ini ramai akan segera berakhir.
"Untuk hari ini, tetap tertawa seperti biasanya. Semua pasti berlalu, jalanin dan nikmatin aja," tulis Siskaeee yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Baca Juga: Terseret Kasus Film Porno, Berikut Fakta Kelam di Balik Sosok Siskaeee
Sebelumnya, rumah produksi film dewasa Kelas Bintang menjadi sorotan karena meresahkan sejumlah pihak. Rumah produksi yang telah membuat 12o judul film dewasa itu beroperasi di Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026