Pengamat Politik Adi Prayitno meyakini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapat lolos ke Senayan, setelah putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep bergabung di partai itu.
"Saya termasuk orang yang meyakini, kalau PSI itu akan lolos ke Senayan," katanya di Jakarta, Sabtu.
Dia menyatakan hasil Pemilihan legislatif di Tahun 2019, PSI mendapatkan 1,9 persen dari syarat 4 persen untuk ambang batas parlemen.
"Tinggal mencari dua persen, saya kira ada portofolio Kaesang, dan itu sangat mungkin," katanya menegaskan.
Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, Kaesang merupakan sosok anak muda yang sangat terkenal, jaringan politiknya bagus serta sumber daya politik yang tersedia. Selain itu, bergabungnya Kaesang turut menjadi pembahasan publik yang cukup ramai.
Ramainya pembahasan terkait Kaesang dikarenakan Bapaknya Jokowi dan kakak kandungnya Gibran Rakabuming, merupakan kader PDIP dan Wali Kota Surakarta.
Adi tidak menampik jika gabungnya Kaesang di PSI membuat kecemburuan di partai politik lain. Terutama PDIP, yang menegaskan dalam satu keluarga tidak boleh beda pilihan politik.
"Yang paling menarik adalah Kaesang ke PSI, seolah-olah merupakan sikap politik Jokowi. Tetapi itu tidak bisa dibantah, karena pastinya Kaesang berkonsultasi dengan Jokowi sebagai orang tuanya," jelasnya.
Sebelumnya, Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kaesang menerima kartu tanda anggota (KTA) PSI dengan nomor anggota S317420230151515.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Diisukan Gabung ke PSI, PDI Perjuangan: Ojo Grusa-grusu!
Penyerahan KTA digelar di kediaman Kaesang di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan hubungan persahabatan antara PSI dan Kaesang sudah terjalin cukup lama.
"Kami mengapresiasi Mas Kaesang mau turun ikut berjuang bersama teman-teman PSI. Hari ini sebuah kegembiraan bagi kami semua, bisa menyambut anggota baru kami, Mas Kaesang," kata Grace.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup