Timnas Indonesia dibawah kepelatihan Shin Tae-yong dinilai mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal itu bisa dilihat dari peringkat skuad garuda di peringkat FIFA.
Bek timnas Indonesia Elkan Baggot pun membeberkan Shin Tae-yong yang berperan dalam perkembangan skuad garuda itu.
Elkan yang mencatatkan debut timnas senior di era awal kepemimpinan Shin saat melawan Afghanistan pada laga uji coba 16 November 2021, menilai sejak debutnya permainan timnas saat ini telah jauh berkembang di bawah pelatih asal Korea Selatan tersebut.
“Saya melihat dari segi performa telah banyak berubah,” kata Elkan dikutip dari ANTARA Senin (9/10/2023).
Saat ia debut, Indonesia ada di peringkat 166 dan kini setelah berjalan hampir dua tahun, Garuda terbang tinggi ke peringkat 147.
Elkan yang kini telah mengoleksi 16 caps bersama timnas senior dan empat caps bersama timnas kelompok umur mengatakan progres positif itu tidak lepas dari ia dan rekan-rekannya yang semakin lama memahami taktik yang diberikan oleh pelatih 52 tahun tersebut.
“Saya pikir sekarang semua orang berada dalam kondisi fisik yang lebih baik. Dan kami memiliki pemahaman taktis tentang bagaimana pelatih ingin bermain,” kata bek bertinggi 1,94 meter tersebut.
“Saya pikir semakin banyak waktu yang kami habiskan bersamanya, semakin kami memahami dan mencoba menggunakan saran dan taktiknya,” lanjutnya.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih Indonesia Januari 2020, meski belum mempersembahkan trofi, Shin telah menggoreskan tinta manis di kanvas hati masyarakat Indonesia. Pasalnya, ia menjadi satu-satunya pelatih timnas Indonesia yang berhasil membawa tiga level timnas ke tingkat Asia, yaitu timnas U-20, timnas-U-23, dan timnas senior.
Baca Juga: Jadi Pelaku Karhutla, 22 Perusahaan Termasuk Bosnya Dijerat Hukuman Pidana dan Perdata
Kini, Shin sedang fokus membawa Garuda terbang tinggi ke level dunia. Tekad ini diawali dengan melawan Brunei Darussalam dua kali, yaitu 12 Oktober dan 17 Oktober pada kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde pertama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring