Kotak Suara / Gaspol
Kamis, 02 Februari 2023 | 18:42 WIB
Ilustrasi Koalisi Pendukung Jokowi. (Suara.com/Iqbal]

Suara.com - ”Kita akan menghadapi ketidakpastian ke depan, terutama menghadapi Pemilu 2024. Tapi kami bersepakat bahwa partai politik pendukung bapak Presiden harus tetap solid, karena ini adalah momentum yang nggak boleh dilepaskan," ujar Airlangga.

Hal itu diutarakan Airlangga Hartarto usai berbicara dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di DPP Golkar, Jakarta, Rabu siang.

Pernyataan Airlangga itu seolah memberikan sinyal, bahwa partai-partai politik pendukung pemerintahan Jokowi tengah berkonsolidasi. Artinya mereka membuka peluang untuk bergabung dalam satu koalisi di Pilpres 2024 mendatang, termasuk NasDem.

***

Partai politik di Parlemen masih membuka diri, menjalin komunikasi dan kemungkinan bergabung berada di satu koalisi dengan partai-partai lain. Keterbukaan itu ada kendati sebagian dari mereka sedang berencana membangun atau bahkan sudah mengikat diri pada satu koalisi tertentu.

Semisal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai yang berada di Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB bersama dengan Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini terbuka apabila ada opsi partai-partai yang ada bersatu dalam koalisi besar. Termasuk partai yang saat ini punya koalisi sendiri atau sedang dalam tahap penjajakan.

Opsi tersebut juga ditunjukkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno yang menganggap ada potensi partai-partai bersatu di satu koalisi, termasuk bersatu ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang digagas Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Ya kan ini nggak menutup kemungkinan akan bergabung semua ke sini kan," kata Sandiaga di Sekber Gerindra-PKB, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/1) lalu.

Senada dengan Sandiaga, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menuturkan, semua kemungkinan masih terbuka. Termasuk bergabungnya dua koalisi, yakni KIB dan KIR atau koalisi Gerindra-PKB.

Namun menurutnya pembahasan ke itu masih terlalu jauh. "Masih terlalu dini untuk berspekulasi bahwa KIB akan 'merge' dengan Koalisi KIR. Meski tidak ada yang tertutup. Kami akan sama-sama tunggu dinamika ke depan," ujar Arsul dihubungi, Selasa (24/1) lalu.

Baca Juga: Bukan Hanya untuk NasDem, PDIP Welcome jika Partai di Koalisi Perubahan Mau Berkunjung ke Megawati

Bila terjadi dua koalisi tersebut bersatu, maka bakal ada reuni partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin pada periode ini. Diketahui kumpulan tujuh partai di pemerintah kini tergabung di Koalisi Indonesia Maju.

Jajaran parpol tersebut mulai dari PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PKB, NasDem, PAN, dan PPP.

Bukan tidak mungkin reuni koalisi pemerintahan bisa saja terjadi pada Pilpres 2024. Mengingat partai-partai yang tergabung di dalamnya sudah memiliki pengalaman bersama. "Sejumlah hal bisa menjadi faktor pendorong, termasuk kebersamaan yang sudah terbangun dalam koalisi pemerintahan Jokowi-KMA (Kiai Maruf Amin)," tutur Arsul.

Bagi Arsul, potensi reunian dengan partai-partai di koalisi pemerintah itu menjadi baik bagi PPP jika terealisasi. "Kebersamaan itu kalau terulang buat saya akan lebih baik," katanya.

Respons KIB

PAN juga memandang masih memungkinkan koalisi partai yang ada saat ini melebur menjadi satu koalisi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan partai-partai koalisi pendukung Jokowi-Maruf Amin kembali terulang pada Pilpres 2024 mendatang.

Load More