Suara.com - Wacana penundaan Pemilu 2024 hingga perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo tiga periode kembali menyeruak. Wacana ini menuai kontradiksi dari sejumlah partai politik karena dinilai bertentangan dengan konstitusi jika dilaksanakan.
TERMUTAKHIR isu perpanjangan masa jabatan Presiden itu digaungkan oleh anggota Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.
Ketua Dewan Penasehat DPP PKS, Tifatul Sembiring, meminta semua pihak menghentikan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Menurutnya, mengubah aturan konstitusi tidaklah mudah dilakukan. "Ya nggak mungkinlah itu, dasar konstitusinya apa? kita boleh punya ide, kita boleh berandai-andai, tapi lihatlah pada kosntitusi," kata Tifatul Ditemui Suara.com di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2023).
Menurutnya, melakukan amandemen untuk memperpanjangan masa jabatan presiden sekaligus menunda pemilu bukan perkara yang mudah. Harus ada kesepakatan semua Fraksi di MPR termasuk kelompok DPD untuk perubahan-perubahan tersebut.
Ia membandingkan dengan proses amandemen UUD untuk menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara kembali saja butuh waktu lama.
Tifatul pun meminta pihak-pihak yang masih menggaungkan isu penundaan pemilu, terlebih perpanjangan masa jabatan presiden agar dihentikan. "Jadi nggak mudah untuk mengubah-ubah hanya untuk memperpanjang, hanya untuk tiga periode. Sudahlah tutup, kamus itu tutup saja," tuturnya.
Kendati begitu, Tifatul mengatakan, dirinya memang masih mendengar adanya pihak-pihak yang mencoba memunculkan terus isu tersebut. "Namanya juga manuver, ada kan selama ini sampai kumpul-kumpul deklarasi, sampai kemarin ada kelompok seniman apa itu yang menyatakan ingin mendukung. Sudahlah yang gitu-gitu jangan dikasih angin lagi ya, kasihan ya dikuyo-kuyo undang-undang dasar," tuturnya.
Mada dari itu, ia berharap agar isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden dihentikan. Menurutnya, masih banyak orang yang masih ingin menjadi presiden. "Banyak orang lagi yang mau jadi calon presiden. Dua periode sudahlah, cukuplah, kasih kesempatan yang muda-muda," katanya.
Tak Ada Alasan Tunda Pemilu
Baca Juga: Wacana Perpanjangan Jabatan Presiden, PKS: Sudah Tutup Saja Kamus Itu, Jangan Dikasih Angin Lagi!
Senada dengan Tifatul, politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menegaskan, jika saat ini rakyat tak melihat adanya alasan agar pemilu ditunda atau masa jabatan presiden diperpanjang. "Sampai saat ini publik belum mendengar alasan mendasar penundaan pemilu," kata Masinton saat dihubungi.
Masinton bingung mengapa isu soal penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden terus muncul. Ia mengaku tidak mengetahui isu tersebut muncul dari pihak mana. "Kami nggak tahu datangnya aspirasi itu dari elemen mana," ujarnya.
Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengkritik isu penundaan Pemilu yang kembali mencuat. Menurut dia, jika penundaan Pemilu 2024 dilakukan maka bangsa akan ribut. "Sakit yang mewacanakan kembali soal tunda pemilu ini," kata Jansen saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa siang.
Menurutnya, jika wacana yang muncul soal perdebatan sistem proporsional terbuka atau tertutup atau soal perdebatan pemisahan Pilpres dengan Pileg, masih wajar dilakukan. "Kalau tadi wacanakan soal terbuka atau tertutup, pileg-pilpres dikembalikan terpisah atau tetap serentak, masih okelah walau waktu sudah mepet," ujarnya.
Jansen menuturkan, jika penundaan pemilu dilakukan kekinian, maka akan menimbulkan kericuhan di masayarakat. "Tapi Pemilu? itu agenda lima tahunan yang diatur konstitusi, menundanya akan buat ribut bangsa," kata dia.
Masih Ada Pihak Bermain
Berita Terkait
-
Wacana Perpanjangan Jabatan Presiden, PKS: Sudah Tutup Saja Kamus Itu, Jangan Dikasih Angin Lagi!
-
Tak Pakai Singlet Lagi, Panembahan Al Nahyan Kali Ini Kompak Kenakan Baju Branded Bareng Sang Kakak di Acara Imlek
-
Iriana Jokowi Ajak Makan Malam Bareng Para Pengawal Iring-iringan Usai Diguyur Hujan Deras
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan