Pertemuan mereka sudah dua kali, yang pertama berlangsung di Grahadi. Kali ini, dilakukan di De Soematra Surabaya, Senin (13/2) kemarin.
Namun, Menteri Pertahanan RI itu mengelak. Makan malam itu bukan membahas mengenai Pilpres. Kata dia, pertemuan itu hanya balas budi semata, sebab saat kunjungannya ke Surabaya sebelumnya, Khofifah telah menyambut dengan makan bersama.
"Gantian, sekarang giliran saya yang traktir," ucap Prabowo.
Dalam pertemuan kali ini, Prabowo mengakui banyak perbincangan yang mereka bahas. Salah satunya tentang sejarah Nahdlatul Ulama (NU). Namun, ketika ditanya mengenai Pilpres, spontan pucuk pimpinan Gerindra itu melirik Khofifah yang berdiri di sampingnya.
"Tadi tidak langsung kita singgung ya Buk ya. Tentunya itu pada saatnya akan kami bahas," kata Prabowo sambil tersenyum.
Namun, ketika itu, Prabowo hampir keceplosan menjawab "Iya" ketika ditanya mengenai deklarasinya dengan Khofifah.
Namun, dengan nada bercanda, Prabowo meminta agar pertanyaannya tidak diarahkan di ke pesta demokrasi lima tahunan nanti. “Jangan diarahkan dong,” katanya sambil tertawa.
Ketika itu, Prabowo sempat memuji Khofifah. Di matanya, mantan Menteri Sosial itu memiliki kemampuan di tingkat bangsa dan negara. Sebab, Khofifah bisa melanjutkan komunikasi dengan negara di Timur Tengah.
"Beliau (Khofifah) mampu berkomunikasi dengan para akademisi di Timur Tengah. Itu dilakukan untuk melestarikan Islam yang moderat. Saya banyak belajar dari beliau," terangnya.
Baca Juga: Diam-diam Dinner Bareng di Surabaya, Prabowo Pinang Khofifah Jadi Cawapres untuk Pilpres 2024?
Sayangnya, saat itu, Khofifah enggan untuk berkomentar banyak tentang pertemuan tersebut. Dia lebih banyak diam dan tersenyum di belakang Prabowo.
Sebelumnya, pada 3 Mei 2022 lalu, Prabowo juga menemui Khofifah di Gedung Negara Grahadi. Pertemuan berlangsung selama 90 menit.
Prabowo kemudian mendapat jamuan istimewa. Khofifah sebagai tuan rumah menyajikan rawon, bakso, hingga buah-buahan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor