Suara.com - Meski tiga partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Perubahan telah menyepakati pilihan bakal calon wakil presiden (cawapres) diserahkan ke Anies Baswedan, tetapi ada sejumlah nama yang masuk dalam pertimbangan.
Juru Bicara Anies Baswedan, Sudirman Said mengemukakan, jika pihaknya memang mempertimbangkan sejumlah tokoh dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi kandidat cawapres.
Sebelumnya beredar nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Putri Sulung Gur Dur, Yenny Wahid. Diakui Sudirman dengan latar belakang organisasi sebesar NU, sejumlah figur memang layak dipertimbangkan sebagai opsi cawapres Anies Baswedan.
Namun, ia mengemukakan, opsi dari kalangan NU pun harus tetap memenuhi kriteria cawapres yang telah ditentukan.
"NU organisasi yang terbesar sangat layak apabila masyarakat mempertimbangkan itu sebagai suatu opsi. Tapi nanti akhirnya mengerucut pada 5 kriteria itu. Mana yang paling pas," kata Sudirman seperti dikutip Warta Ekonomi-jaringan Suara.com.
Selain itu, ia mengemukakan, ada pertimbangan kerentanan dari masing-masing figur yang terpantau radar kandidat cawapres.
Ia melanjutkan, meski basis masa figur besar, jika kemudian memiliki beban hukum akan sangat merepotkan.
"Walaupun basis masanya besar tapi kalau punya backage atau beban urusan hukum itu ya pasti repot."
"Itu kita timbang semuanya, dan mencari yang terbaik, mendengar masyarakat. Insyaallah waktunya masih cukup," katanya.
Untuk diketahui, ada beberapa kriteria cawapres Anies Baswedan. Kriteria tersebut meliputi, pertama, figur yang secara elektabilitas cukup tinggi dan memiliki kerentanan politik rendah.
Kedua, figur itu diharapkan bisa membantu dalam menjalankan pemerintahan yang efektif.
Ketiga, figur yang bisa menjaga keseimbangan koalisi.
Keempat, figur yang memiliki visi yang sama dengan capres.
Kelima, mampu bekerja sebagai tim Dwi tunggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024