Suara.com - Bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan menyatakan masih belum akan mengumumkan cawapres pendampingnya dalam beberapa waktu ke depan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut bahwa proses penentuan cawapres masih panjang, sehingga ia tidak terburu-buru akan mengumumkannya dalam waktu dekat. Kendati demikian, Anies mengaku sudah mengantongi sejumlah nama.
Namun sikap Anies itu justru berakhir dengan ultimatum dari Partai Demokrat. Salah satu partai pengusungnya itu menyatakan siap mengevaluasi dukungannya terhadap Anies jika tak kunjung menentukan cawapresnya dalam waktu dekat.
Sikap tegas partai yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu pun mendapatkan tanggapan balasan dari Partai NasDem. Berikut ini perang mulut kedua partai yang saling berkoalisi tersebut.
Demokrat keluarkan ultimatum
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memberikan ultimatum terhadap Anies yang tidak kunjung mengumumkan cawapresnya. Demokrat mempertimbangkan untuk mengevaluasi dukungannya kepada Anies apabila cawapres tidak diumumkan di bulan Juni.
Kepala Bappilu DPP Demokrat Andi Arief menyoroti tren penurunan elektabilitas Anies di sejumlah hasil survei yang dirilis khir-akhir ini. Menurutnya, tren penurunan elektabilitas Anies disebabkan karena belum mendeklarasikan cawapres.
"Kalau bulan Juni (Anies Baswedan) belum deklarasi pasangan (cawapres), maka kemungkinan Partai Demokrat akan melakukan evaluasi (dukungan terhadap Anies)," ujar Andi Arief.
Oleh sebab itu, Andi mengatakan Partai Demokrat telah mengajukan usul kepada Anies agar bulan Juni ini segera mendeklarasikan nama cawapres agar mendapat perhatian masyarakat.
Baca Juga: Misteri Calon Pendamping Ganjar Pranowo Terungkap, AHY Masuk dalam Radar PDIP
Nasdem minta Demokrat tidak rusuh
Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Roberth Rouw memandang deklarasi yang dimaksud oleh Partai Demokrat tersebut merupakan keputusan pimpinan. Ia lantas meminta agar pihak lain tidak mendesak Anies menentukan cawapres-nya.
Robert menjelaskan bahwa keputusan terkait deklarasi cawapres termasuk dalam bagian dari strategi pemenangan dari Anies. Keputusan itu, kata Robert, ada di tangan Ketua Umum antar partai koalisi.
Karena itu, Robert meminta agar jajaran bawah tidak membuat rusuh dengan cara mendesak-desak.
"Strategi (pemenangan) itu ada di tangan pimpinan (parpol) kan? Jadi kita yang di bawah-bawah ini jangan membuat rusuh," tegas Robert di kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6/2023).
"Serahkan hak-hak (penentuan cawapres) kepada pimpinan. Kan ada tim kecil yang dibentuk, lewat tim itulah mereka berkomunikasi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Misteri Calon Pendamping Ganjar Pranowo Terungkap, AHY Masuk dalam Radar PDIP
-
Demokrat Berharap Cawapres yang Segera Diumumkan Anies Baswedan adalah AHY
-
Ada AHY, Adu Hebat 6 Bakal Cawapres Ganjar Pranowo Versi Puan Maharani
-
Strategi Bubarkan Koalisi Anies Baswedan? AHY Masuk Radar Cawapres Ganjar Pranowo
-
Nestapa Nasib Anies Hadapi Pilpres 2024: Elektabilitas Terjun Bebas, Kena Ultimatum
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024