Suara.com - Pernyataan berbeda diungkapkan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla atau JK soal rencana pertemuannya dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Rabu (4/10/2023) siang ini. JK malah mengaku tidak tahu menahu adanya rencana tersebut.
Awalnya, PDIP melalui ketua DPP bidang perekonomian, Said Abdullah membenarkan Puan akan bertandang ke kediaman JK di Jakarta Selatan.
Namun saat dikonfirmasi ke tuan rumah, JK malah kebingungan.
"Nggak tahu, tuh (kabar Puan akan datang)," kata JK di depan rumahnya.
Jurnalis kemudian berusaha menjelaskan soal adanya kabar rencana pertemuan Puan dan JK pada pukul 12.00 WIB. JK malah menanyakan balik soal kabar tersebut.
"Ya, informasi dari mana?" tanya JK.
Ketika ditanya lebih tegas, tokoh berusia 81 tahun tersebut meyakini tidak ada pertemuan yang dimaksud.
"Gak (ada pertemuan)," tuturnya.
Keterangan berbeda sempat disampaikan Said Abdullah. Awalnya ia membenarkan adanya pertemuan antara JK dan Puan.
Baca Juga: Nama Cawapres Ganjar Mengerucut, Tapi Hasto Ingatkan Memori Mahfud MD 'Ditikung' Saat Injury Time
"Ya (akan bertemu)," kata Said saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu.
Menurutnya, pertemuan itu tak akan spesifik membahas Pilpres 2024.
"Iya, silaturahmi kekeluargaan. Mbak Puan akan bertemu dengan pak JK di rumah pak JK dalam rangka silaturahmi kekeluargaan," terang Said.
Menurutnya, hubungan JK dan Puan termasuk sang ibu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah seperti layaknya keluarga.
"Bahwa itu bertemunya berbicara masalah kondisi situasi nasional pasti kan begitu," tuturnya.
Kendati begitu, Said menegaskan, dalam pertemuan tersebut tidak akan spesifik membahas mengenai Pilpres 2024 mendatang. Menurutnya, pembicaraan hanya sebatas politik kebangsaan saja.
"Nampaknya pertemuan itu tidak, karena ini pertemuan keluarga dan memang tidak mungkin secara garis pembicaraan politik, pasti politiknya adalah politik kebangsaan. Tidak lagi ditarik kepada segmented pilihan masing masing itu tidak akan dibahas," ujarnya
Berita Terkait
-
PDIP 'Spill' Pembicaraan Puan dan JK Siang Nanti, Soal Pilpres 2024?
-
Puan Maharani akan Temui Jusuf Kalla Rabu Siang Ini, Bahas Apa?
-
Kereta Cepat Whoosh Resmi Beroperasi, Puan Harap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
-
Bukan Jokowi, Ini Figur yang Dianggap Cocok Gantikan Megawati Soekarnoputri Pimpin PDIP
-
Mentan SYL Dikabarkan Jadi Tersangka KPK, PDIP Ingatkan Pertanian Indonesia Jangan Sampai Terganggu
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Suami
-
Soal Proyek LRT City, Iwan Aras Tegaskan ADCP Harus Tanggung Jawab Atas Konsumen
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Menuju Akreditasi Unggul 2027, Universitas Muhammadiyah Jambi Gelar Baitul Arqam Dosen & Tendik
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Komisi VI: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Bukan Sosialisasi, tetapi Kepercayaan Publik
-
Kasus Bigmo Dinilai Ancam Anak Jadi Target Promosi Vape, FKBI Desak Polisi Lanjutkan Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang