Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir digadang-gadang menjadi kandidat cawapres terkuat dibandingkan kandidat lainnya. Pasaknya, ia dinilai memiliki kantong suara terbesar dibandingkan kandidat lainnya.
Berdasarkan survei Poltracking periode 3-9 September 2023, nama Erick Thohir menduduki pucuk tertinggi sebagai cawapres potensial.
Ia mendapatkan elektabilitas sebesar 19 persen mengalahkan Sandiaga Uno yang meraih 15,7 oersen dan Ridwan Kamil yang meraih 12,4 persen.
Sementara dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 5 hingga 13 Juni 2023, elektabilitas Erick Thohir berhasil mengungguli deretan nama tokoh potensial lainnya. Ketua Umum PSSI ini mendapatkan skor elektabilitas sebesar 15,5 persen.
Guru Besar Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga (Unair) Prof. Kacung Marijan menilai, sosok Erick Thohir patut dipertimbangkan menjadi cawapres.
"Kalau kita lihat dari nama muncul di survei, Pak Erick Thohir kandidat suaranya tertinggi," kata Kacung, Selasa (10/10/2023).
Tingginya elektabilitas Erick Thohir tak terlepas dari karier mentereng yang dirajut olehnya. Ia sukses membawa Kementerian BUMN mendapat laba sebesar Rp 303,7 triliun pada 2023 dari sebelumnya hanya sebesar Rp 13 triliun.
"Dia jelas punya prestasi," kata Kacung.
Sosok Erick Thohir juga semakin dikenal kalangan milenial usai menahkodai PSSI dan membuat berbagai gebrakan.
Baca Juga: Kaesang: PSI Ungkap Dukungan Capres 2024 Pekan Depan
Salah satu kinerja terbaik yang ditorehkan oleh Erick Thohir adalah keberhasilannya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17.
Padahal, sebelumnya Indonesia dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Namun berkat lobi tingkat tinggi Erick Thohir merayu Presiden FIFA, Gianni Infantino, Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.
Tak hanya itu, Erick Thohir juga berhasil mendatangkan juara Piala Dunia 2022 yakni Timnas Argentina untuk berlaga dengan Indonesia dalam FIFA Matchday.
Bahkan, belum lama ini eks Presiden Inter Milan itu juga mendapatkan penghargaan FIBA President Award 2023.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Bantah Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun
-
Kaesang: PSI Ungkap Dukungan Capres 2024 Pekan Depan
-
3 Negara Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Hampir Sama Kuat Seperti Argentina
-
30 Hari Menuju Piala Dunia U-17 2023, Erick Thohir Ungkap Kesiapan Indonesia Sebagai Tuan Rumah
-
Pekan Depan, MK Bacakan Putusan yang akan Menentukan Gibran Bisa Jadi Bakal Cawapres atau Tidak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan