Suara.com - Bakal calon presiden RI (bacapres) Ganjar Pranowo hadir langsung menyaksikan laga Final Turnamen Sepak Bola Liga Kampung Soekarno Cup U-17 antara Tim Sulawesi Selatan berhadapan dengan Tim Bali di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (3/11/2023) malam.
Berdasarkan pantauan Suara.com, Ganjar tiba di lokasi sekira jam 21.30 WIB, kehadirannya disambut langsung Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan juga kader muda PDIP yang juga Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin alias Gus Ifin.
Mereka pun langsung menuju tribun VVIP Barat SUGBK untuk menyaksikan pertandingan yang sudah berjalan memasuki Babak kedua.
Kehadiran Ganjar menyita perhatian dan mendapatkan sambutan meriah dari para penonton yang hadir menyaksikan laga final Soekarno Cup tersebut.
Bahkan Ganjar diteriaki dengan sebutan Presiden oleh para penonton yang menyambutnya dengan antusias.
"Pak Ganjar, Presiden, Presiden, Presiden," pekik para penonton yang hadir.
"I Love You Pak Ganjar," teriak penonton lagi.
Ganjar pun merespon dengan meladeni satu persatu para penonton yang mengajaknya berswafoto dan bersalaman dengannya.
"Iya, iya makasih ya," kata Ganjar ke massa yang menyambutnya.
Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI Mendribel 10 Ribu Bola, PDIP Singgung Sepak Bola Jadi Rebutan Politik
Lalu, Ganjar maupun Hasto kemudian hikmat menyaksikan pertandingan yang dimaikan anak-anak bangsa tersebut.
Adapun sebelumnya, telah hadir lebih dulu Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid serta Wakil Ketua TPN Gatot Eddy Pramono dan Eko Sulistyo.
Lalu, Wakil Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Presiden (TKRRP) Adian Napitupulu, Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan Partai Komarudin Watubun, Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Hendrar Prihadi atau Hendi.
Ganjar hadir di GBK, setelah sebelumnya menyempatkan diri menjenguk eks Kepala BNPB Doni Monardo dan sempat mampir ke acara pameran Sepatu Sneakers di Jakarta Convention Center.
Hasto sebelumnya mengakatan, PDIP mengacu aturan FIFA dalam melaksanakan turnamen Liga Kampung Soekarno Cup, sehingga tidak akan membawa unsur politik praktis dalam kegiatan tersebut.
"Jadi, kami taat juga dengan statuta FIFA. Kami nggak ada bendera partai, nggak ada kampanye. Jadi, kampanye nggak ada," kata dia.
Hasto pum menyebutkan pelaksanaan Liga Kampung Soekarno Cup dibuat PDIP karena menjadi cita-cita Proklamator RI Soekarno atau Bung menjadi olahraga sebagai sarana membentuk karakter bangsa.
"Itu Bung Karno menghadirkan sepak bola sebagai kultur. Bung Karno menjadikan olahraga sebagai spirit membangun karakter building, olahraga sebagai lambang supremasi, termasuk sepak bola," katanya.
Adapun, babak final turnamen Liga Kampung Soekarno Cup akan mempertemukan delapan tim yang sebelumnya telah bertanding di tingkat daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda