Suara.com - Dalam sebuah acara Arah dan Strategi Politik Luar Negeri di Gedung CSIS, Prabowo Subianto mendapat pertanyaan oleh seorang Dubes Jepang untuk Indonesia. Kala itu sang dubes menanyakan mengenai kebijakan pembatasan ekspor bahan mentah kaya nikel yang sempat menuai kontroversi di organisasi perdagangan dunia.
"Pembatasan ekspor Indonesia terhadap bahan mentah seperti nikel, telah menjadi isu kontroversial di WTO selama beberapa waktu. Setelah terpilih, bagaimana anda menghidupkan kembali perdagangan bebas global dan juga bagaimana anda menyikapi kebijakan perdagangan dan kebijakan investasi?" tanya Kanasugi Kenji.
Hal itu pun lantas dijawab oleh Prabowo, kalau pada prinsipnya Indonesia memiliki kepentingan lain. Indonesia berharap bisa menjadi negara industri dan maju.
Agar ke depannya bisa berdampak pada meningkatkan lapangan pekerjaan dan pendapatan rakyat. Mengingat selama ini rakyat selalu mendapatkan upah yang minimum.
"Pada prinsipnya, kita perlu mempertahankan perdagangan bebas. Namun ada prinsip lain yang sangat penting bagi kami, yaitu prinsip kesetaraan, prinsip keadilan," ucap Prabowo.
"Jadi soal bahan mentah, kami merasa berhak untuk ingin maju seperti Jepang. Kami ingin menjadi negara industri. Kami ingin memproduksi barang-barang canggih," imbuhnya.
Tentu saja argumen ini memiliki tujuan untuk menghapuskan kemiskinan di tanah air. Ia sangat menyoroti rakyat yang hidup dengan pendapatan kurang dari 1 USD atau sekitar Rp15000 sehari.
"Kami juga ingin rakyat kami tidak mendapat upah minimum. Banyak orang yang hidup dengan penghasilan kurang dari 2 USD sehari, bahkan ada yang kurang dari 1 USD sehari. Jadi kita harus memproduksi barang-barang industri. Kami harus mengolah sumber daya alam kami di Indonesia. Dan kami menyambut semua investor, tetapi kami ingin pabriknya ada di Indonesia. Putra dan putri kita membutuhkan pekerjaan," jelasnya.
"Kita butuh fair playing field , kita butuh kesempatan yang sama," tandas Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?