Suara.com - Pengamat Komunikasi Publik, Muhammad Sufyan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengarahkan moderator lebih baik dalam Debat ke-3, 7 Januari 2024 nanti.
Dosen Digital Public Relations menegaskan, moderator debat sebagai perpanjangan tangan KPU harus keluar dari peran pengatur waktu (time keeper) untuk debat 3, 4, dan 5 mendatang.
"Buat apa diambil moderator dari anchor-anchor kondang kalau perannya sebatas infokan mulai jawab kapan, dan waktu sudah habis! Masyarakat butuh lebih dari itu, karena debat adalah etalase gagasan mau dibawa ke mana negeri ini," katanya, Rabu (27/12/2023).
Menurut dia, jika sebatas time keeper, dia khawatir debat tersisa sebatas lomba cerdas cermat.Siapa bisa menjawab tepat dalam limitasi waktu yang sudah disetel, termasuk jawab singkatan-singkatan tak populer.
"Time keeper dari moderator harusnya bukan malah menghapus kesempatan waktu peserta ketika menemui keadaan ketidaksetaraan informasi, sebagaimana kita saksikan saat Gibran lakukan hal ini ke Muhaimin dan Mafhud MD," katanya.
Menurut dia, jika merujuk KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) daring, maknawi moderator adalah orang yang bertindak sebagai penengah (hakim, wasit, dan sebagainya) serta pemimpin sidang (rapat, diskusi) yang menjadi pengarah pada acara pendiskusian masalah.
Maka, jelas sudah, moderator adalah yang menengahi ketika debat bertendensi buntu karena persepsi kontestan sedang tidak sama. KPU harus keluar dari aturan prosedural waktu dan kesempatan waktu.
Lebih dari itu, mintakan moderator justru menjembati saat terjadi ketidaksamaan informasi, yang gilirannya membuat publik tak bisa mengeksplorasi gagasan besar kandidat pada istilah-istilah teknis tersebut.
"Moderator bahkan tak sebatas memandu tapi KBBI sebutkan pemimpin forum, yang dengan sendirinya, akan berusaha membuat interaksi yang diarahkan di dalamnya berjalan lancar. Bukan malah, saat ada kebuntuan, diputuskan tidak diberi ruang penjelasan terlebih dahulu," katanya.
Baca Juga: Guyon Cak Imin Soal Penindak Koruptor Terlibat Kasus Korupsi: Kualat Sama Pak Jazilul
Menurut dosen asal Bandung itu, ilmu komunikasi berakar dr kata latin communis, yang jika disulih dalam bahasa Inggris bermakna "to make common." Alias membuat siapapun dalam posisi setara, saling tahu apa yang hendak dicakapkan, sebelum diskusi lebih lanjut.
"Jika debat berikutnya, moderator atau KPU secara umum tidak membuka ruang komunikasi ideal, maka patut dicatat KPU sebatas menjadi Panitia Cerdas Cermat Berbiaya Termahal Tingkat Nasional!" tegasnya.
Berita Terkait
-
Andika Perkasa Berikan Masukan Khusus untuk Ganjar di Debat Ketiga, Ini Isinya
-
Dukungan Ulama untuk AMIN Terus Mengalir, Jubir: Anies Berhasil Meyakinkan Publik
-
Keluarga Besar HMI Deklarasi Dukungan untuk AMIN, Anies Optimistis Bisa Bawa Perubahan
-
Soal Kemungkinan Tegur Gibran karena Provokasi Keriuhan Pendukung Saat Debat, KPU: Lihat Besok
-
Buntut Gibran Cecar SGIE ke Cak Imin, Moderator Debat KPU Bakal Diarahkan Begini
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho
-
Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0
-
Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?