Suara.com - Ekspedisi Perubahan sampai di penghujung kegiatan. Gerakan yang diinisiasi oleh Ubah Bareng ini menutup rangkaian safari belanja, dengan menyapa warga Kampung Bayam di Jakarta, Jumat (1/2/2024).
Seperti kegiatan sebelumnya, kunjungan Ekspedisi Perubahan kali ini juga mengajak warga setempat untuk menyampaikan keresahan yang tengah mereka alami. Dari hasil diskusi ini pun, didapati bahwa mereka sering mendapat intimidasi dan kriminalisasi.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon. Ia mengungkapkan bahwa warga merasa intimidasi dan kriminalisasi yang mereka alami semakin parah dengan tidak diberikannya akses listrik maupun air.
Padahal, sambung Furqon, ia dan warga Kampung Bayam lainnya adalah rakyat yang memiliki hak untuk mendapat tempat tinggal. Lelaki berusia 45 tahun itu pun mempertanyakan, mengapa PJ Gubernur saat ini tidak melanjutkan amanah dari Gubernur DKI Jakarta sebelumnya.
“Tempat tinggal kami, itu seharusnya sudah kami tempati dan tinggali. Tapi kenapa PJ Gubernur masih menahan? Ditambah lagi tidak adanya listrik, air, bahkan kami sampai diintimidasi setiap harinya, dan kriminalisasi terus berjalan,” ungkap Furqon.
Mendengar keluhan tersebut, Emirio Syarfuan selaku Koordinator Ekspedisi Perubahan mengaku sedih melihat kondisi warga Kampung Bayam. Untuk itu, pihaknya berharap agar para pemangku kepentingan bisa segera memberikan keadilan dan hak para warga.
“Kami berharap, warga Kampung Bayam bisa segera mendapat penyelesaian yang berkeadilan. Karena kalau mendengar dari curhatan warga, ini kan telah dirancang dan dibangun oleh Gubernur Anies Baswedan, jadi tinggal dilanjutkan saja sebenarnya. Tapi entah kenapa, warga jadi diperlakukan seperti ini, sedih melihatnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Mikail Azizi Baswedan selaku peserta Ekspedisi Perubahan juga berharap agar ke depan, warga Kampung Bayam dan masyarakat kecil lainnya tidak diteror dengan intimidasi dan kriminalisasi hanya karena memperjuangkan haknya.
Putra Anies Baswedan itu menilai, intimidasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak sepatutnya dialami warga. Tindakan ini, kata dia, juga tidak logis sebab negara mestinya mendengar saran dan pendapat dari rakyat.
Baca Juga: Anies Baswedan Diberi Uang oleh Emak-emak: Buat Beli Vitamin Biar Kuat Kampanye!
“Tentunya ini menjadi keresahan kita bersama, terutama bagi masyarakat Jakarta. Karena memang seharusnya keluhan warga direspons dengan baik, bukan malah dikriminalisasi. Kami ingin ke depannya agar rakyat kecil dilindungi, tak ada lagi intimidasi. Kami ingin negara bisa menguatkan yang lemah, tanpa melemahkan yang kuat,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Fedi Nuril Ikut Gerakan Asal Bukan 02, Langsung Diancam: Kami Juga Gak Akan Nonton Film Lu Lagi
-
7 Kali Prabowo 'Sambat' Dikasih Nilai 11 dari 100: dari Riau, Jakarta hingga Makassar
-
Disambut Para Pedagang, Gibran Blusukan ke Pasar Kemiri Muka Depok
-
Relawan Anies Pakai Baju Karung Saat Hadiri Kampanye Akbar di Deli Serdang
-
Anies Baswedan Jadi Sasaran Utama Hoaks Pemilu 2024 Terbanyak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan