Suara.com - Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan mewanti-wanti tentang bahaya penggiringan opini. Sebab hal itu kata Anies bisa berujung mematikan demokrasi.
"Bahwa akan ada penggiringan opini akan terjadi Y, Penggiringan opini akan terjadi X. Penggiringan opini itu bisa berujung mematikan demokrasi," kata Anies saat Konferensi Pers di Jakarta Internasional Stadion (JIS), Jakarta Utara (Jakut), Sabtu (10/2/2024).
Ia mengatakan penggiringan opini ini mengarahkan, membentuk pandangan rakyat yang sebelumnya one man one vote menjadi one man one vote one time.
"Mengarahkan rakyat, membentuk opini rakyat yang demokrasi disebut one man one vote jadi one time. Cuma sekali terus gak ada pencoblosan lagi," katanya.
Ia meyakini bahwa dampak penggiringan opini one man one vite one time ini valid. Hal tersebut dicantum dalam studi komparasi politik.
"One man one vote one time. Karena demokrasi berujung pada non demokrasi," katanya.
Ia pun mencontohkan kondisi penggiring opini yang marak digaungkan. Misalnya kata Anies narsi soal Pilpres satu putaran.
"Mendorong opini yang ujungnya udahlah, saudara-saudara semua, seluruh rakyat, gak usah repot-repot demokrasi mahal. Serahkanlah kepada kami, kami bereskan itu. Sama seperti sekarang, mahal bung dua putaran itu. Serahkan saja kepada kami, kami bereskan segala urusan. Itu menuju one men one vote one time," katanya.
Kendati begitu, Anies menyakini kalau media dan masyarakat tidak akan membiarkan penggiringan opini itu terjadi.
Baca Juga: Mahfud Md: Kita Tabrak Dan Seruduk Penghalang Demokrasi!
"Saya pikir media tak akan membiarkan itu. Dan kita semua adalah bagian yang tidak akan membiarkan itu," katanya.
Berita Terkait
-
Budiman Sudjatmiko : Kampanye Akbar Pamungkas Prabowo Gibran Jadi Bukti Rakyat Hendaki Keberlanjutan
-
Waketum NasDem Klaim Pasangan AMIN Ciptakan Fenomena Baru Di Pilpres 2024, Apa Itu?
-
Punya Adab Beda Jelang Pilpres 2024, Iwan Fals Tenyata Lulusan Kampus Ternama Ini
-
Sejarah dan Kapasitas Stadion JIS vs GBK, Lokasi Kampanye Pilpres Lebih Besar Mana?
-
Megawati Koar-koar Jangan Sampai Ganjar-Mahfud Kalah Di Solo: Surakarta Kok Kalah, Terus Piye?
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024