Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali bertemu untuk mempersiapkan pemungutan suara ulang atau PSU di Kuala Lumpur, Malaysia.
PSU diselenggarakan bagi para pemilih di Kuala Lumpur yang sebelumnya terdaftar sebagai pemilih via pos dan kotak suara keliling (KSK).
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan pertemuan ini akan dilangsungkan di kantor KPU RI, Senin (26/2/2024) sore.
"Teman-teman KPU sekarang lagi mengkaji, kemudian dalam beberapa hari ke depan akan ada proses di Kuala Lumpur," kata Bagja di Kantor DKPP, Jakarta Pusat.
Sebagaimana rekomendasi Bawaslu, pemilu ulang ini harus dimulai kembali dari tahapan pemutakhiran daftar pemilih. Sebab, pemungutan suara melalui pos dan KSK di Kuala Lumpur tak dihitung karena ada masalah serius dalam pendataan daftar pemilih tetap (DPT).
Temuan Bawaslu menunjukkan dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Panitia Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPLN) Kuala Lumpur pada 2023 lalu, hanya sekitar 12 persen pemilih yang dicoklit dari total sekitar 490.000 pemilih yang perlu dicoklit.
Dengan begitu, pada hari pemungutan suara, jumlah daftar pemilih khusus (DPK) atau pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT mencapai sekitar 50 persen di Kuala Lumpur.
Bagja mengaku akan mendorong KPU agar pemutakhiran ulang daftar pemilih di Kuala Lumpur bisa betul-betul memastikan kejelasan alamat para pemilih.
"Nah kami berharap KPU memperbaiki pemutakhiran daftar pemilih di Kuala Lumpur. Memang agak mepet pada saat ini, tapi ini penting untuk pembelajaran ke depan," ujar Bagja.
"Usul dari ada beberapa teman untuk menghilangkan metode pos di Kuala Lumpur, pertimbangannya ya nanti setelah pemutakhiran daftar pemilih. Ini baru ketahuan metode tepatnya apa," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024