Suara.com - Ahli Ilmu Komputer Marsudi Wahyu Kisworo menjelaskan perbedaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang digunakan pada Pemilu 2024 dengan Sistem Informasi Penghitungan (Situng) pada Pemilu 2019.
Hal itu disampaikan Marsudi pada sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (3/4/2024), selaku ahli yang dihadirkan oleh termohon, yaitu tim Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dia menjelaskan, bahwa Sirekap yang menjadi persoalan pada sengketa Pilpres 2024 ini terdiri dari dua jenis yaitu Sirekap Mobile dan Sirekap Web.
Baca Juga:
- Jokowi Pastikan 4 Menterinya Hadir Di Sidang MK, Tegaskan Tak Ada Arahan
- Di Balik Tawaran Perjamuan JK ke Mega, Pilpres Ulang atau Desak Dua Putaran
Sirekap Mobile dimiliki oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk mengunggah foto formulir C Hasil atau hasil penghitungan suara di tiap tempat pemungutan suara (TPS).
Di sisi lain, Marsudi menuturkan Sirekap Web bertugas mengumpulkan rekapitulasi untuk kemudian menampilkan virtualisasi hasil penghitungan suara secara real count yang bisa dilihat melalui website.
Menurut Marsudi, Sirekap ini merupakan sistem yang lebih baik dibanding Situng karena adanya teknologi optical character recognition (OCR) untuk membaca formulit C Hasil.
“Kalau Situng dulu angkanya dihitung manual sehingga bisa timbul kehebohan seolah-olah ada kesengajaan entri yang dinaikkan dan sebagainya, maka teman-teman developer menggunakan secara otomatis tulisan C1 discan, diubah menjadi angka,” kata Marsudi di ruang sidang MK, Jakarta Pusat.
Namun, dia melanjutkan bahwa pembacaan C Hasil ini juga menimbulkan permasalahan karena petugas KPPS di setiap TPS memiliki tulisan tangan yang berbeda.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa teknologi OCR pada Sirekap memiliki tingkat akurasi 99 persen dalam membaca tulisan tangan pada gambar formulir C Hasil dan mengubahnya menjadi data dalam bentuk angka.
“Optical recognition itu kalau di laboratorium akurasinya 99 persen. Jadi, masih ada kemungkinan eror 1 persen di sana, tapi kalau dipakai di lapangan bisa lebih rendah lagi, paling tinggi 92,93 persen. Jadi masih ada salah ketika OCR ini merubah gambar menjadi angka," terangnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan permasalahan lain dalam pembacaan formulir C Hasil disebabkan oleh kualitas kamera ponsel petugas KPPS dan kondisi kertas formulir C Hasil saat difoto yang bisa saja terlipat sehingga menimbulkan kesalahan membaca data.
Tag
Berita Terkait
-
Sidang Sengketa Pilpres 2024: Giliran KPU-Bawaslu Hadirkan Saksi dan Ahli
-
Jokowi Pastikan 4 Menterinya Hadir Di Sidang MK, Tegaskan Tak Ada Arahan
-
Bubarkan Diri Usai Antar Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024, TKN Golf Bentuk Rumah Besar Partisipasi Indonesia Maju
-
Di Balik Tawaran Perjamuan JK ke Mega, Pilpres Ulang atau Desak Dua Putaran
-
Respons Airlangga Usai Namanya Disebut Jadi Saksi Sidang MK: Insyaallah Hadir Kalau Diundang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan