Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah lebih rendah dibandingkan bansos yang dibagikan di berbagai negara terdampak El Nino lainnya.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (5/3/2024).
Airlangga mengatakan, Indonesia mengalami kendala produksi pangan karena terpapar dampak El Nino pada Desember 2023.
"Bulan Desember 2023, berbagai negara termasuk Indonesia mengalami dampak terjadinya El Nino. Di mana beberapa tempat produksi pangan, terutama beras mengalami gangguan, baik yang tidak bisa melakukan penanaman dan memundurkan jadwal," kata Airlangga di ruang sidang MK.
Airlangga kemudian menyebut Singapura mengeluarkan anggaran Rp 13 triliun untuk bansos. Sementara Malaysia mengeluarkan Rp 25 triliun untuk bansos kepada masyarakat.
"Filipina memberikan bantuan tunai untuk 2,3 juta petani, ini juga akibat El Nino setara dengan Rp 3,47 triliun pada bulan September 2023," ujar Airlangga.
Bansos di India
Selain itu, Airlangga menyebut India menggelontorkan bantuan pangan sebanyak 800 juta dengan nilai Rp 372 triliun dan subsidi pupuk sebesar Rp 25,5 miliar pada November 2023 dan juga diberlakukan Januari 2024.
Amerika Serikat, kata Airlangga, memberikan bantuan dalam bentuk foodsteem untuk 41 juta orang pada 21,6 juta rumah tangga.
Baca Juga: Menko PMK Jelaskan Pertimbangan Penentuan Wilayah Penerima Bansos
"Dengan nilai setara Rp 835 triliun,"ungkap Airlangga.
Setelahnya, Airlangga juga memaparkan bahwa dana bansos di Indonesia tidak lebih besar dibandingkan dengan negara-negara yang juga terdampak El Nino.
"Bantuan sosial di Indonesia misalnya, bantuan pangan itu diberikan kepada 22 juta orang atau 7,9 persen dari jumlah penduduk. Ini lebih rendah dari Malaysia yang 25,6 persen, Singapura 1,7 persen dan India 55,6 dan Amerika 12,1 persen," ucap Airlangga.
Sebelumnya diberitakan, Airlangga dipanggil oleh hakim MK untuk memberikan keterangan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilprrs 2024. Selain Airlangga, menteri lainnya yaknk Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Sosial Tri Rismaharini juga dipanggil MK.
Para menteri tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh hakim MK terkait gugatan yang diajukan oleh kubu Anies-Muhaimin dan kubu Ganjar-Mahfud.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024