Suara.com - Jika tidak berubah, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dipastikan akan diikuti tiga kandidat calon gubernur dan wakil gubernur. Mereka akan berkontestasi untuk memperbutkan kursi Jakarta-1.
Meski dinamika sudah mulai dirasakan dengan berbagai drama politik, pasangan calon yang kelak akan maju dalam pemilihan gubernur diharapkan benar-benar bisa beradu gagasan secara konkret.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro mengemukakan bahwa gagasan mengenai penyelesaian isu-isu sosial masyarakat pasti akan ditunggu oleh masyarakat karena bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
"Jadi saya berharap memang pasangan-pasangan yang maju di Pilkada nanti, apakah itu Pramono-Rano, RK-Suswono, atau Darma-Kun, itu bisa lebih konkret, taktis, dan detail spesifik," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Rabu (28/8/2024).
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut tak bisa dilepaskan dari tingkat pendidikan warga Jakarta yang memiliki latar belakang kelas menengah terdidik.
"Pemilih Jakarta ini juga ada arahan sebagai pemilih kelas menengah terdidik. Jadi fokus saja kandidat-kandidat ini menuntaskan masalah-masalah akut di Jakarta. Soal banjir, soal sampah, soal macet, soal polusi udara, dan seterusnya," kata Agung.
Dengan berbagai persoalan tersebut, Agung menekankan pentingnya adu gagasan yang terjadi di antara para cagub-cawagub. Hal tersebut dinilai akan lebih memikat masyarakat dalam menentukan pilihan daripada gimmick politik.
Bahkan, cagub-cawagub itu juga disarankan peka dalam merespons berbagai isu yang melekat pada masyarakat Jakarta. Seperti, harga sembako mahal, lapangan kerja yang sedikit, hingga jumlah kelas menengah yang turun akibat pertumbuhan ekonomi lesu.
"Tarungnya ini tarung gagasan, tarungnya visi, misi, program, dan inovasi kebijakan mereka terhadap kompleksitas masalah yang ada di Ibu Kota. Itu yang kita tunggu, dan itu bisa menjadi pembelajaran positif, bukan hanya bagi publik Jakarta, tapi masyarakat kita secara luas," katanya.
Baca Juga: Anies Dijegal, Warga Kampung Bayam Kecewa: Demokrasi Negeri Ini Dirampas
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024