Suara.com - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil (RK) tak mempersoalkan serangan yang dilayangkan Cagub DKI nomor urut tiga, Pramono Anung mengenai kinerjanya saat jadi Wali Kota Bandung. Ia merasa hal itu sudah biasa dilakukan saat debat kandidat kepala daerah.
Justru Ridwan Kamil menganggap yang disampaikan Pramono soal adanya disabilitas sulit sewa gedung di Bandung adalah fakta. Ia menganggap hal itu sebagai catatan atas kinerjanya.
Menurutnya, kepala daerah yang banyak bekerja pasti juga memiliki berbagai catatan atas kinerjanya.
"Oh enggak (baper), itu fakta ya. Banyak kerja, banyak catatan. Sedikit kerja, sedikit catatan. Tidak ada kerja, tidak ada catatan. Karena saya sudah 10 tahun bekerja (jadi kepala daerah), pasti ada catatan," ujar RK kepada wartawan, Senin (7/10/2024).
Ia pun menyebut tak ada pemimpin yang bisa bekerja secara sempurna memuaskan rakyatnya. Ia meyakini, pasti ada saja kekurangannya selama menjabat.
"Tapi tidak ada yang sempurna, Kalau mau adil, saya beberkan pencapaian, Tapi kan nobody perfect, pasti ada kurang-kurangnya," ucapnya.
Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangan yang masih ditemukan saat ia menjadi Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung.
"Dan saya dengan kerendahan hati saya minta maaf kalau masih dianggap kurang. Saya kira itulah kehidupannya," katanya.
Baca Juga: Survei Pilkada Jakarta, Bukan Pramono Anung Rival Terdekat Ridwan Kamil, Tapi Sosok Ini
Berita Terkait
-
Survei Pilkada Jakarta, Bukan Pramono Anung Rival Terdekat Ridwan Kamil, Tapi Sosok Ini
-
Pengamat Soal Hasil Debat Perdana Pilkada Jakarta: Bicara Kota Global, Pramono-Rano Lebih Konkret
-
Terbatas Dana, Cagub Independen Dharma Pongrekun 'Sulit' Temui Warga
-
Kolom Komentar Debat Pilkada Jakarta Berisi Promo Judi Online, Susi Pudjiastuti: Menangis
-
Adu Gaya Kampanye: Ridwan Kamil-Suswono Gunakan AI, Pramono-Rano Pilih Animator, Mana Lebih Memikat?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024