Suara.com - Pasangan Calon Gubenur dan Wakil Gubernur Isaias Douw dan Yustus Wonda dilaporkan mendapatkan dokumen palsu. Dokumen itu mengatasnamakan KPU RI.
Dari pantauan Suara.com pada Senin (7/10/2024) rombongan Isaias Douw dan ratusan massa memadati kediamannya di Nabarua Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Hal itu terjadi setelah ia disebut mendapatkan dokumen palsu yang mengatasnamakan KPU RI.
Kemudian pada Selasa (8/10/2024), massa pendukung memadati kediaman pribadi Isaias Douw untuk persiapan penyambutan calon Wakil Gubernur Yustus Wonda di bandara tujuan terbang Jayapura- Nabire di Bandara Douw Aturure, Nabire yang berlokasi di Karadiri, Distrik Wanggar Nabire, Papua Tengah.
Terkait surat tersebut, Jeniffer Darling Tabuni selaku Ketua KPU Papua Tengah mengatakan, pihak yang menyerahkan dokumen kepada Isaias Douw diketahui bukan orang dari KPU RI.
"Sekelompok orang hanya mengatasnamakan KPU RI dan dokumen yang dikeluarkan dinyatakan tidak resmi," kata Jeniffer, Rabu (9/10/2024) malam waktu Papua.
Dia menegaskan, yang mengaku sebagai anggota ataupun orang KPU RI yang sudah menyerahkan dokumen kepada Isaias Douw bukan orang KPU RI.
Kata dia, KPU Papua Tengah telah mengonfirmasi hal tersebut ke KPU RI.
"Dengan hasil konfirmasi menyebutkan bahwa orang yang menyerahkan dokumen tersebut bukan anggota KPU RI," katanya.
Kontributor: Elias Douw
Baca Juga: Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Peraturan Baru LHK Terkait Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Berita Terkait
-
Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Peraturan Baru LHK Terkait Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
-
Ketua KPU Papua Tengah Akui Masih Saudara dengan 3 Kandidat di Pilkada, Siapa Saja?
-
Pemprov Papua Tengah Tegaskan Peran Penting TNI Dalam Pembangunan Di HUT ke-79
-
Kapolres Nabire ajak media ciptakan suasana kondusif jelang Pilkada 2024
-
Sosialisasi ke Masyarakat, KPU Papua Tengah: Jangan Golput dan Hindari Hoaks!
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan