Suara.com - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Bekasi di Pilkada 2024, BN Holik-Faizal memiliki program unggulan yani Kartu Bekasi Maju.
Kartu ini ditujukan untuk masyarakat tidak mampu demi bisa mengakses pendidikan gratis di Kabupaten Bekasi.
Nantinya masyarakat tidak mampu yang telah terdata dapat menunujukkan kartu tersebut setiap penerimaan peserta didik baru di sekolah yang dituju, baik itu di sekolah negeri maupun swasta.
Harapannya tentu saja tidak ada lagi anak usia sekolah di kabupaten Bekasi yang tidak bersekolah. Apabila nanti terjadi over kapasitas di sekolah negeri, maka pemerintah bertanggung jawab untuk tetap menjamin siswa tersebut tetap bersekolah.
“BN.Holik-Faizal menjamin apabila terpilih nanti akses pendidikan gratis akan lebih mudah dengan Kartu Bekasi Maju dan tidak ada anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya,” ucap BN Holik disela-sela konsolidasi relawan dan simpatisan 02, Bunker Café, Java Palace Hotel, Jababeka, Rabu 30 Oktober 2024.
Tak hanya fokus pada pendidik gratis, pasangan BN Holik-Faizal yang punya jargon Grecep (Gerak Cepat) dalam program Grecep Bekasi Cerdas juga berencana menambah tambahan biaya operasional sekolah (BOS) untuk guru sebesar Rp.500.000/ bulan.
“Tentunya dengan tambahan ini dapat membantu para guru lebih bersemangat dalam mendidik dan tidak berhenti untuk mencetak generasi penerus bangsa,” harap BN.Holik.
Dalam bidang pendidikan BN Holik Faizal juga akan melakukan peningkatan pembangunan dan pemeliharan ruang kelas baru, unit sekolah baru, sarana olah raga, dan memperbanyak zona aman sekolah di SD dan SMP kabupaten Bekasi.
“Kami akan memberdayakan semua pemengku kepentingan dibidang pendidikan untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan. Peran serta masyarakat melalui Komite Sekolah harus diperkuat, sehingga menjadi kontrol yang baik terhadap perkembangan sekolah," jelas BN.Holik.
Baca Juga: Usai Makan Nasi Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Lanjut Temui Jokowi di Solo
Berita Terkait
-
Usai Makan Nasi Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Lanjut Temui Jokowi di Solo
-
Makan Malam Bareng RK, Sinyal Prabowo Tak Dukung Pramono di Pilkada Jakarta?
-
Pasangan Meki Nawipa-Deinas Geley Dapat Dukungan Penuh 81.000 Suara di Lapangan Mulia
-
Warga Jember Salahkan Tuyul Imbas Sering Kehilangan Uang, Camat Khawatir Disusupi Kepentingan Politik
-
Ali Syakieb Planga-Plongo dan Lihat ke Atas Saat Debat Tuai Cibiran
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi