/
Minggu, 11 Juni 2023 | 17:35 WIB
Bacapres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (tengah) (Suara.com/Alfian Winanto)

Loyalis Anies Baswedan, Tatak Ujiyati meminta adanya penghentian dari kisruh soal calon wakil presiden (cawapres) dari jagoannya yang tengah berlangsung dalam Koalisi Perubahan.

Dirinya mengatakan hal tersebut sebenarnya tak perlu diributkan, apalagi sampai ada ultimatum guna adanya deklarasi tersebut hal tersebut.

Ia mengatakan sesama loyalis dari mantan menteri pendidikan tersebut untuk menyuarakan penghentian desakan soal cawapres dari Anies.

"Siapapun itu, yuk stop mendesak Anies untuk segera umumkan cawapresnya di Pilpres 2024," cuitnya dalam akun twitter pribadinya @tatakujiyati, dikutip Suara Liberte, Minggu (11/6/2023).

Tak Hanya itu, Tatak juga mengatakan bahwa soal cawapres sudah ada yang mengatur, yakni diri dari Anies Baswedan. Ia meminta hal itu dihormati.

"Kita hormati keputusan resmi koalisi partai pengusung yang telah sepakat serahkan pilihan cawapres kepada Anies," ungkap eks anak buah dari Anies.

Sebelumnya, Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief membantah pihaknya memaksakan penunjukan dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal ini terkait dengan ultimatum demi mendapatkan kejelasan soal duet Anies Baswedan di 2024.

"Partai Demokrat tidak pernah memaksakan AHY sebagai bacawapres (bakal calon wakil presiden) Anies Baswedan." kata elite politik ini, Jumat (9/6).

Bantahan ini disampaikannya dalam merespons pernyataan Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni. Sosok tersebut diketahui telah menyebut bahwa mitra koalisinya tersebut terus memaksa agar ketuanya diusung menjadi cawapres pendamping Anies.

Baca Juga: Blacklist Anies Baswedan, Jubir Partai Garuda Buka-bukaan: Kami Memilih Capres Nasionalis dan Bernyali

"Iya, mereka [Demokrat] maksa, pokoknya untuk AHY mendampingi Anies," ucap Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (9/6).

Load More