/
Selasa, 13 Juni 2023 | 02:50 WIB
Said Didu (Twitter)

Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu memberikan kritikan tajam terkait dengan alasan dibuka kembalinya ekspor pasir laut oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Salah satu yang membuatnya heran adalah dibantahnya isu bahwa hal tersebut terkait dengan investasi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menurutnya hal tersebut tidak masuk akal, apalagi elite pejabat negara tersebut mengatakan bahwa ekspor pasir laut dibuka untuk memenuhi kebutuhan reklamasi dalam negeri.

Logika Said Didu mengatakan, jika hal tersebut benar maka sebenarnya tidak ada alasan untuk membuka keran ekspor dari komoditas tersebut.

"Pak Menteri @kkpgoid yang terhormat, bagaimana logika bapak tentang karena kebutuhan dalam negeri untuk reklamasi naik maka diizinkan ekspor pasir laut?" cuitnya dalam akun twitter pribadinya @msaid_didu, dikutip Suara Liberte, Selasa (13/6/2023).

Selain itu, dibukanya ekspor laut ini tak ada salahnya dikaitkan dengan usaha untuk menarik investasi dari Singapura. Salah satunya karena adanya kepentingan dari negara tersebut akan pasir laut.

"Izin ekspor pasir laut tidak terkait dengan kepentingan Singapura, padahal negara yang butuh impor pasir laut adalah Singapura. Kami tidak bodoh pak," lanjutnya.

Sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono membantah bahwa kebijakan ekspor pasir laut guna menggoda investasi dari Singapura. Dirinya juga menepis hal tersebut membuat mereka menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Baca Juga: Macam Pencurian, Subsidi Mobil Listrik Era Jokowi Terus Ditentang: Uang Rakyat Habis Lewat APBN

Meskipun begitu, dirinya mengaku belum mengetahui jumlah potensi ekonomi dari pengerukan pasir laut ini untuk Indonesia sendiri.

"Kami belum tahu, ini kami lagi hitung (potensi ekonominya). Tapi yang pasti kan reklamasi banyak, sebesar itu lah potensinya," ujarnya, (12/6/2023).

Load More