Elite Politikus Partai Ummat, Helmi Felis menyoroti kegaduhan yang timbul karena wacana pertemuan antara dua rival politik tanah air, Partai Demokrat dan PDI Perjuangan (PDIP).
Dirinya mengatakan pertemuan tersebut adalah hal biasa, cawe-cawe yang sering terjadi dalam dinamika perpolitikan di Indonesia.
Menurutnya, tidak mungkin hal tersebut akan menjadi katalis dari kegagagalan pencapresan sosok dari Anies Baswedan di Pilpres 2024.
"Pertemuan AHY-Puan, cuma cawe-cawe antar partai. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena memang tidak ada yang spesial," cuitnya dalam akun twitter pribadinya @HelmiFelis_, dikutip Suara Liberte, Selasa (13/6/2023).
Helmi mengatakan bahwa ada kalkulasi matang yang sudah dalam tangan dari Partai Demokrat. Mereka tak mungkin berubah haluan karena ada elektabilitas yang akan menjadi korban.
Pertemuan ini menurutnya hanya sekedar colek-mencolek dalam politik yang sedang dilakukan guna mendapatkan citra yang baik dalam masyarakat.
"Demokrat tidak sedungu itu mau hancurkan trend meningkatnya elektabilitas. Jadi ini cuma kegenitan remaja-remaja dalam ring politik yang kebetulan lagi di sorot," ungkapnya.
Disisi lain, dua partai politik tersebut rupanya sudah melakukan pertemuan awal, hal ini terjadi lewat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky, keduanya telah bertemu pada 11 Juni 2023.
Meskipun begitu, belum ada pembahasan komprehensif terkait dengan manuver politik maupun langkah selanjutnya dari dua partai tersebut di Pilpres 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Bikin Syok! Anggaran Bingkai Foto Prabowo dan Gibran Untuk Sekolah Rakyat Tembus Rp4,14 Miliar
-
Huawei Watch FIT 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Punya Fitur Deteksi Risiko Diabetes dan ECG
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
4 Ide OOTD Tweed ala Go Youn Jung, Dari Chic Classy Sampai Edgy Kekinian!
-
Bukan Sekadar Pura-Pura Kuat, Sembilan Tera Ajak Pendengar 'Jujur pada Luka' lewat EP Perdana
-
Fabio Lefundes Bongkar Kunci Comeback Borneo FC! Pergantian Pemain Jadi Mimpi Buruk Bali United
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 12 Mei 2026: Bocoran Kehadiran Samuel Eto'o
-
Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat