Suara.com - Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, terhubung, dan mudah diakses masyarakat. Ukurannya bukan hanya banyaknya gerai layanan, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kemudahan dan kepastian layanan. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto saat mengunjungi MPP Kota Kupang, Selasa (12/05/2026).
“Kunjungan ke Mal Pelayanan Publik di Kota Kupang sebagai upaya melihat apakah pelayanan publik berjalan efektif. Tentunya saya melihat capaian kinerja dari para penyelenggara layanan sudah sangat baik. Ketulusan melayani, kemudian kecepatan merespon dari pada petugas-petugas di sini, hal-hal seperti itu yang membawa masyarakat lebih yakin, lebih percaya kepada pemerintahnya,” katanya.
Disampaikan jika didalam MPP yang merupakan lokasi pelayanan yang terintegrasi, sudah terdapat kerja sama antara para petugas dan masyarakat sebagai pemohon layanan. Hal tersebut menjadi modal penting, sebab menurutnya terdapat dua prinsip yang diharapkan masyarakat terhadap pemerintah. Pertama masayarakat ingin dilayani dengan baik, dan kedua jika masyarakat memiliki permasalahan tidak boleh dipersulit oleh pemerintah.
Prinsip yang diharapkan masyarakat sudah dapat dijawab oleh pemerintah Kota Kupang melalui MPP dan berbagai inovasi yang dibangun pemerintah. Wamen Purwadi berhadarap apa yang sudah dibentuk terus ditingkatkan serta dikembangkan, sehingga masyarakat merasa lebih dekat, bersahabat dengan pemerintah. Kemudian pada akhirnya pemerintah daerah mampu menyelesaikan masalah-masalah dengan segala inovasinya yang kreatif, serta mendapat apresiasi dari penilaian pelayanan publik dan respon dari masyarakat.
“Di sini keren, petugasnya ramah-ramah, ada solusi yang diberikan para petugas, dan semoga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh warga. Mulai dari lahir, kemudian belajar, sekolah, bekerja, sampai dengan tutup usia akan dilayani dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan MPP menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik membutuhkan keterhubungan dan kerja bersama antarinstansi, sehingga masyarakat dapat
memperoleh layanan dengan lebih mudah dan efisien. Di wilayah kepulauan seperti NTT, integrasi layanan seperti ini menjadi sangat penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ke depan, penguatan integrasi layanan, kualitas pelayanan, dan inovasi yang memudahkan masyarakat tentu perlu terus dilanjutkan agar pelayanan publik semakin inklusif dan berdampak.
Sementara itu Wali Kota Kupang Christian Widodo menyambut baik kolaborasi antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PANRB dengan Pemerintah Kota Kupang untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Pihaknya juga akan menindaklanjuti arahan dari Kementerian PANRB yang melibatkan Polda NTT khususnya dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, melalui penguatan layanan ‘Curhat Bestie’.
Melalui Inovasi ‘Curhat Bestie’ masyarakat dapat menyampaikan keluh kesah mereka, mulai dari permasalahan rumah tangga, tekanan psikologis, hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu kolaborasi dengan Polri dirasa sangat baik untuk mengoptimalkan pelayanan publik.
Baca Juga: Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah Kota Kupang da[at mengahadirkan pelayanan yang semakin prima bagi masayrakat Kota Kupang,” pungkasnya. ***
Berita Terkait
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi