PDI Perjuangan menginginkan adanya peradaban politik terbangun lebih teduh menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Hal ini diungkap politikus PDIP Deddy Sitorus dalam wawancaranya kepada MNCNews. Menurutnya, cita-cita itu bertujuan untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Dan, katanya, jika muncul pendapat berbeda, PDIP sangat sulit untuk menepis interpretasi yang ada.
"Pemilu ini natural dan harus. Melalui pemilu, kita dapat melakukan suksesi kepemimpinan sehingga tidak ada ketegangan dan dapat diterima masyarakat," ujar Deddy.
"Biarlah berproses. Kami menghormati apa yang sudah dibanun koalisi sehingga tidak tidak ada niat untuk memecah belah," tambahnya.
Sekretaris Tim Koordinator Relawan Pemenangan Pilpres PDIP itu mengatakan bahwa nama Ketua Umum Demokrat memang masuk dalam usulan cawapres yang dikantongi oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Ada Mas AHY, Pak Muhaimin, dalam 10 nama itu. Partai dapat mengambil keputusan untuk diolah, digodok, didalami, pada akhirnya tentu untuk kebaikan bersama," pungkas Deddy.
Sebelumnya, Puan Maharani mengungkapkan bahwa Ketum PDIP mengantongi 10 nama bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo.
Namun tidak disebutkan secara rinci sosoknya. Hanya saja beberapa nama seperti AHY telah diungkap secara jelas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional