Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet menyayangkan tak adanya pelibatan publik dalam perumusan aturan ekspor pasir laut yang diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dirinya mengatakan bahwa hal ini mengkhawatirkan, terlebih kebijakan tersebut berpotensi besar untuk merusak ekosistem laut di Indonesia.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini menyebut kebijakan tersebut seperti buru-buru dibuat bahkan "ujug-ujug" ada tanpa adanya angin pemberitahuan sebelumnya.
“Saya tidak melihat ada (penyusunan) RPP yang melibatkan publik. Kami tahu-tahunya kan langsung muncul PP, biasanya RPP juga minimal angin-angin sayup denger lah," ucap Slamet, dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara Liberte, Rabu (14/6/2023).
Tak hanya itu, karena tak adanya transparansi tersebut, dirinya mencurigai adanya penumpang gelap dalam perumusan kebijakan ekspor pasir laut.
Terlebih tak adanya keseriusan pemerintah dalam merumuskan hal tersebut dengan menghadirkan akademisi guna memberikan masukan terkait masalah lingkungan yang bisa ditimbulkan lewat pengerukan pasir itu.
“Sehingga betul-betul transparansi ada Pak. Apakah sudah dilakukan yang disampaikan bahwa dengan apa dengan alat yang canggih waktu itu juru bicaranya, tidak akan merusak, jurnalnya mana? sehingga kami kan posisinya kami akan memberikan dukungan kalau ini memang menghadirkan PNBP,” tuturnya.
Di sisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kebijakan ekspor pasir laut tak hanya akan berefek positif terhadap perekonomian dari Indonesia.
Pejabat negara ini juga menyebut bahkan kebijakan ini juga akan melindungi kesehatan dari ekosistem laut tanah air. Katanya, pengerukan pasir hasil sedimentasi bisa mencegah kerusakan terumbu karang dan padang lamun.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ancam Mau Penjarakan Jokowi, Rizal Ramli Langsung Ditangkap TNI?
"Itulah filosofi PP, ini barang yang merusak lingkungan. Kalau dia menutupi terumbu karang, menutupi padang lamun, ya itu sudah pasti merusak lingkungan. Inilah yang kita ambil," ungkap Trenggono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering
-
Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat
-
Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang