Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan bahwa sistem proporsional terbuka yang telah ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan memengaruhi langsung koalisi partai politik (parpol).
"Saya kira (keputusan MK) tidak ada hubungan langsung dengan koalisi. Sebab koalisi itu lebih banyak ditentukan oleh pertautan calon presiden dibandingkan dengan sistem pemilu," kata Ray kepada MetroTV dikutip Liberte Suara, Jumat (16/6/2023).
Menurutnya, tidak adanya kaitan antara koalisi dengan sistem pemilu itu membuat soliditasnya terjaga.
"Artinya koalisinya akan tetap selama capres-capresnya masih orang-orang yang sama. Karena tidak ada kegiatan hubungan yang langsung maupun tidak langsung antara desain pemilu legislatif dengan pemilu pilpres kita," imbuhnya.
Namun ada yang paling penting, kata Ray, seperti percepatan program bagi para parpol untuk menuju kemenangan dalam pemilu 2024.
"Jadi akan tetap situasinya, cuma akan ada percepatan program, langkah, strategi dari setiap parpol dalam rangka menyusun pemenangan 2024 yang akan datang," tukasnya.
Sebelumnya, MK telah memutusukan sistem Pemilu 2024 tetap memakai proporsional terbuka atau coblos caleg.
Sidang putusan gugatan pemilu tersebut digelar MK pada Kamis (15/6/2023).
Sidang tersebut dihadiri oleh 8 hakim yang dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.
Baca Juga: Arsenal Cuci Gudang, Lepas 10 Pemain
Berita Terkait
-
MK Putuskan Proporsional Terbuka, Pengamat Warning Para Parpol Segera Susun Strategi: Jangan Tanggung-tanggung
-
Proporsional Terbuka Diketok Palu, Loyalis Jokowi Akui Presiden Bisa Lakukan Cawe-cawe di Mana dan Kapan Saja: Ketua MK Adik Ipar Jokowi
-
MK Putuskan Sistem Proporsional Terbuka, Loyalis Jokowi: Denny Indrayana Hoax, Segera Diproses Polri
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Javier Aguirre: Harusnya Meksiko Menang 4-0 atas Afrika Selatan
-
Daftar Siaran Resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia, Bisa Nonton Gratis di TV dan Streaming
-
Jelang Lawan Skotlandia, FIFA Paksa Timnas Haiti Desain Ulang Jersey, Kenapa?
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik
-
QJMOTOR Ajak Konsumen Indonesia Intip Teknologi Global Langsung di Pabrik China
-
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
-
Bintang Sinetron Evan Marvino Diduga Aniaya Istri, Tak Terima saat Ditagih Uang Nafkah
-
The Way of the Househusband Rayakan Anniversary dengan Rilis Anime Spesial
-
Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
-
Terjebak Marketplace: Polisi Nyamar Jadi Pembeli, Ringkus Sindikat Motor Curian Ber-STNK Palsu