/
Selasa, 20 Juni 2023 | 08:10 WIB
Teddy Gusnaidi (Twitter/Teddy Gusnaidi)

Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi buka suara terkait dengan masih belum adanya tokoh yang akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Kosongnya kursi tersebut telah memicu perdebatan panas, tak hanya dalam masyarakat tetapi juga internal koalisi perubahan sendiri. Bahkan disebut-sebut akan menjadi trigger gagalnya pencapresan dari Anies.

Namun Teddy mengatakan sebenarnya mudah saja mengatasi kisruh soal cawapres ini, menurutnya mantan menteri pendidikan tersebut tinggal mengusung sosok dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya tak ada alasan bagi eks pejabat negara tersebut untuk tak menunjukkan sosok itu, hal ini juga akan memastikan tiketnya menuju pencapresan menjadi lebih aman

"Kan pilihan sudah diserahkan ke @aniesbaswedan untuk memilih Cawapres. Daripada sibuk merengek playing victim dijegal, ya tinggal cawapreskan saja @AgusYudhoyono, beres.," ungkapnya dalam akun twitter pribadinya @TeddGus, dikutip Suara Liberte, Selasa (20/6/2023).

Teddy mengatakan jika hal tersebut tak kunjung dilakukan, bukan tidak mungkin bahwa tiket pencapresan hilang dari tangan milik Anies. 

Demokrat kemungkinan besar akan hengkang karena jagoan yang diusungnya sebagai calon presiden ternyata menilai ketua partainya tak memiliki nilai jual.

"Artinya, Anies ingin menjegal AHY karena Anies menganggap AHY tidak punya nilai jual. Kan begitu logikanya," tuturnya dalam media sosial.

Baca Juga: Viral Antrean Pelamar Tesla Malaysia, Loyalis Anies Sentil Pemerintah Indonesia: Inilah Hasil Negosiasi Tingkat Tinggi

Sementara itu, narasi penjegalan sendiri memang sudah sangat sering dikait-kaitkan menyerang sosok dari Anies Baswedan. Mulai dari manuver hukum hingga pengakuan langsung dari sejumlah elite koalisi perubahan, upaya penjegalan ini selalu muncul dari waktu ke waktu.

Terkini, Pertemuan AHY-Puan menjadi sasaran baru upaya tersebut, disebutkan bahwa pertemuan itu digunakan demi menggoda partai berlambang bintang mercy untuk meninggalkan sosok dari Anies Baswedan. Apalagi setelah mereka tak kunjung mendapat kepastian akan siapa yang menjadi cawapres dari Anies.

Load More