Aktivis sekaligus pegiat media sosial Nicho Silalahi menyoroti mengatakan bahwa setiap rezim atau pemerintahan di Indonesia memiliki istilah yang berbeda-beda mulai dari era Presiden Pertama RI yakni Soekarno.
Hal itu diungkapkan Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Nicho Silalahi menyebut bahwa di era Soekarno, istilah rezim yang dipakai yakni Orde Lama.
Kemudian, Nicho Silalahi mengatakan bahwa beranjak ke era Soeharto, rezimnya disebut Orde Baru.
Hingga rezim setelah Soeharto sampai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maka termasuk orde reformasi.
"Setiap rezim di Indonesia memiliki istilah yang berbeda. Era Soekarno disebut Orde Lama. Kemudian Soeharto dikenal Orde Baru. Lalu, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan mungkin SBY termasuk salah satunya masuk dalam kategori Orde Reformasi," ujar Nicho Silalahi dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Migran_TV_7777, Selasa (20/6).
Lebih lanjut, di era Jokowi saat ini, Nicho Silalahi justru menunjukkan pemberitaan yang memuat bahwa sekarang ialah orde Gombal.
"Selanjutnya (ini)," imbuhnya.
Sementara itu, diketahui bahwa sebutan itu dilontarkan oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Rizal Ramli.
Baca Juga: Kabar Buruk! Tidak Ada Gelaran Dieng Culture Festival di Tahun 2023, Ini Penyebabnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital
-
Terseret KRL hingga Masuk Got, 15 Insiden Biang Kerok VinFast dan Green SM Dicap Taksi Anomali
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
Aksi Sopir Taksi Hijau Merokok Usai Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Picu Kemarahan Netizen
-
Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
4 Mobil Listrik Harga Mirip VinFast VF e34, Jarang Trobel di Jalan