Diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di Indonesia masih tinggi. Ketidakhadiran negara menjadi salah satu penyebab orang-orang berkebutuhan khusus ini belum diperlakukan secara adil.
Akademisi Universitas Gadjah Mada menilai bahwa negara absen memberikan jaminan dan perlindungan bagi penyandang disabilitas. Berbagai layanan publik yang seharusnya menjadi hak penyandang disabilitas juga masih terbatas.
"Negara harus hadir dan menjamin hak-hak penyandang disabilitas," kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM Danang Arif Darmawan.
Pemerintah, kata Danang, masih mendefinisikan kemiskinan hanya dari perspektif ekonomi. Padahal, rumah tangga yang memiliki penyandang disabilitas sangat berpotensi mengalami kerentanan menjadi miskin.
“Seharusnya kemiskinan tidak hanya didefinisikan dari perspektif ekonomi saja, tetapi juga aspek sosial seperti keluarga dengan penyandang disabilitas ini,” terangnya.
Pemerhati masalah sosial ini mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas memiliki pengeluaran lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga lainnya, terutama untuk biaya perawatan difabel.
Ia melanjutkan, pendidikan bagi penyandang disabilitas juga masih timpang. Akses pendidikan dasar hingga lanjutan mesti diperhatikan. Lebih dari itu, pemerintah wajib menjamin keberlanjutan dalam menjalani proses pendidikan.
“Dalam pemberian dana pendidikan tidak bisa disamaratakan dengan sekolah umum seperti pemberian BOS atau BOSDA. Namun, aspek lain seperti penunjang pendidikan dan kesehatan juga harus dijamin,” ujar Danang.
Selanjutnya, dosen FISIPOL UGM itu mengajak masyarakat meningkatkan kesadarannya terhadap keberadaan difabel. Sampai saat ini, masyarakat masih melakukan diskriminasi.
Baca Juga: Ulah Arogan Oknum TNI di Tambun, Minta Rumah Doa Ditutup: Teriak Dirinya Penguasa Wilayah ke Pendeta
Seharunya, penyandang disabilitas diperlakukan sama dengan kelompok masyarakat lainnya.
“Kebijakan pendidikan inklusi selama ini sudah baik, tetapi jangan sampai masyarakat justru mengekslusi penyandang disabilitas ini,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Haru di PPSLU Mappakasunggu: Saat Fatmawati Rusdi Beri Semangat untuk Para Lansia
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Biar Tak Bingung, Simak Silsilah Grup Otomotif China di Indonesia: MG dan Wuling Sekeluarga, BYD?
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Momen Kapolres Rohil Main HP saat Wakapolda Riau Bahas Pemberantasan Narkoba
-
Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
Oppo Pad Mini Debut Global 21 April, Bawa Layar 144 Hz dan Chip Flagship Snapdragon