Kader Partai Gerindra, Ferdinand Hutahaean buka suara terkait dengan siapa sosok yang pantas untuk menjadi presiden selanjutnya di Pilpres 2024.
Dirinya mengatakan bahwa bangsa ini membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar memiliki sifat yang merakyat, hal ini demi tak terulangnya lagi rezim otoriter di Indonesia.
Menurutnya, sosok pemimpin yang harus dipilih oleh masyarakat adalah pemimpin yang serupa dengan sosok dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sosok yang merakyat dan tahu bagaimana kehidupan bermasyarakat.
"Kita harus memilih pemimpin yang mencintai dan dekat dengan rakyatnya," ucapnya dalam Youtube YouthTV Indonesia, dikutip Suara Liberte, Rabu (21/6/2023).
Advokat ini mengingatkan masyarakat agar jangan sampai memilih pemimpin, apalagi seseorang yang temperamental hingga mau menjungkirbalikkan meja. Usut punya usut, hal ini bisa saja merupakan sindiran dari kader baru dari partai berlambang kepala burung garuda ini untuk Prabowo Subianto.
"Bukan pemimpin temperamen, bukan pemimpin yang mau menjungkirbalikkan meja, bukan pemimpin yang mau melempar palu atau handphone ke masyarakat," tuturnya.
Ferdinand mengatakan gaya merakyat presiden saat ini harus diteruskan, tak boleh hilang karena hal seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia.
Diketahui, Prabowo Subianto memiliki kisah tersendiri dalam perjalanan politiknya, ia pernah melemparkan telepon selulernya kepada Elite Partai Persatuan Pembangunan di Pemilu 2009.
Baca Juga: Fokus Antarkan Prabowo Menuju Kursi Jokowi, Elite Gerindra: Kita Harus Tuntaskan Perjuangan!
Dikutip dari Tempo, hal tersebut terjadi karena partai berlambang kabah tersebut akan menarik dukungan dari Partai Gerindra. Beruntung tak ada yang terluka dalam peristiwa tersebut.
Adapun Suharso tak mau berkomentar soal kisah ini. Sementara Prabowo sendiri pernah berkisah soal pertemuan itu. Sayang, semua keterangannya tersebut tidak untuk dipublikasikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!