- Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menyiagakan petugas untuk mengantisipasi penyebaran penyakit BEF pada sapi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
- Virus BEF yang menular melalui serangga dinilai sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian ternak secara cepat dan mendadak.
- Peternak wajib memperketat sanitasi serta pemberian vitamin, sementara pembeli disarankan hanya memilih hewan kurban yang memiliki sertifikat kesehatan.
Suara.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian mulai mengantisipasi kemunculan penyakit demam tiga hari atau Bovine Ephemeral Fever (BEF) yang mengancam hewan kurban jenis sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Penyakit yang dibawa oleh serangga pengisap darah ini dinilai memiliki risiko kematian yang lebih cepat dibandingkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Ketua Kelompok Ternak BUMDes Cikahuripan, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Karma, mengungkapkan bahwa para peternak saat ini tengah memperketat pengawasan karena keganasan virus BEF tersebut.
"Penyakit ini lebih berbahaya dibanding penyakit mulut dan kuku (PMK) karena dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak segera ditangani," kata Karma di Cikarang, Jumat (8/5/2026).
Menurut Karma, kecepatan identifikasi gejala menjadi kunci keselamatan ternak. Ia merinci bahwa sapi yang terjangkit akan menunjukkan gejala demam tinggi dan sesak napas akut.
"Kalau PMK sudah biasa, ini sapi sesak nafas, ngos-ngosan, panas kalau kena BEF. Itu 1×24 jam kalau nggak buru-buru ditangani bisa mati," ujarnya.
Guna mencegah kerugian, peternak kini mengoptimalkan pemberian pakan bergizi berupa kombinasi ampas tahu, konsentrat, dan serat kasar, serta pemberian vitamin secara berkala.
Karma juga mengingatkan pentingnya aspek pengendalian parasit internal.
"Pemberian obat cacing secara rutin juga penting sebab makan banyak tapi kalau obat cacing kagak dikasih percuma, dimakan cacing itu abis. Nggak gemuk-gemuk, cacingan. Jadi harus disertai pengendalian parasit," ucapnya.
Baca Juga: Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
Merespons kondisi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah menyiagakan 32 personel pengawasan kesehatan hewan yang disebar di 23 kecamatan untuk memantau lapak penjualan, kandang peternak, hingga rumah potong hewan.
Ketua Tim Pengendalian Penyakit Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dewi Suryani, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan laporan kematian ternak akibat BEF.
Ia menjelaskan bahwa penyakit ini bersifat endemik dan penularannya bergantung pada populasi serangga saat musim pancaroba.
"BEF bersifat endemik di hampir seluruh wilayah Indonesia. Penyakit ini tidak menular secara kontak langsung antarhewan, melainkan melalui perantara nyamuk atau lalat penggigit," jelas Dewi.
Dewi juga mengimbau para pedagang untuk meningkatkan sanitasi lingkungan kandang melalui penyemprotan insektisida atau fogging guna memutus rantai penularan lewat nyamuk.
Sementara masyarakat diminta hanya membeli hewan kurban di lapak-lapak yang telah melewati pemeriksaan medis dan mengantongi sertifikat kesehatan dari petugas resmi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan