Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo yang menegaskan komitmennya melanjutkan kesuksesan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus mengatakan bahwa ada 82 persen rakyat yang puas dengan kinerja Jokowi menjelang akhir jabatannya.
Kemudian, Jhon Sitorus pun mengatakan bahwa persoalan selanjutnya ialah rakyat akan berpikir bahwa sosok selanjutnya ialah yang mampu melanjutkan program Jokowi, bukan justru mengubahnya.
"82 persen rakyat Indonesia puas dengan kinerja Jokowi menjelang masa baktinya berakhir. Lalu persoalan yang timbul dalam pikiran rakyat adalah siapa yang mampu melanjutkan bukan siapa yang mampu mengubah," ungkap Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Kamis (22/6).
Jhon Sitorus pun menyimpulkan bawha sebagian besar rakyat akan memilih Ganjar Pranowo demi estafet terkait keberlanjutan program Jokowi.
"Maka sebagian besar rakyat memilih Ganjar Pranowo untuk melanjutkan estafet Jokowi," tandasnya.
Sementara itu, diketahui saat ini ada tiga nama yang digadang-gadang bakal maju pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Adapun tiga nama itu ialah bakal calon presiden (bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan, bacapres PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Terpisah, soal pernyataan Ganjar Pranowo yang menyebut bahwa kesuksesan Jokowi selama 10 tahun harus dilanjutkan, Gubernur Jawa Tengah itu menilai bahwa Jokowi telah membuat fondasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara berdikari di bidang ekonomi sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
Baca Juga: Pengamat Buka Kemungkinan Pertemuan SBY-Megawati Benar Terjadi: Teladan buat Anak-anak Bangsa
Berita Terkait
-
Presiden Diharap Pengamat Jaga Jarak dari Politik Praktis: Sebaiknya Perlihatkan Kenegarawanan
-
Jokowi Minta Hati-hati Pilih Pemimpin, Publik Menafsirkan Sasar Anies, Pengamat: Tidak Bisa Kita Salahkan
-
Bukan yang Mengubah, Rakyat Diklaim akan Banyak yang Pilih Ganjar Pranowo Demi Melanjutkan Estafet Jokowi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Alarm Bahaya Pasar Keuangan, Lonjakan Utang dan Perang Bikin Biaya Pinjaman Meroket
-
Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink