/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 14:25 WIB
Anies Baswedan diisukan terbukti korupsi dana Bansos DKI Jakarta.

 

"Semua berawal dari info whistle blower yang mengabarkan adanya penimbunan beras bansos milik perumda Pasar Jaya tahun anggaran 2020 yang masih tersimpan di gudang sewaan di Pulogadung," cuit akun @kurawa.

 

Kemudian, dari video berdurasi 10 detik itu juga tidak ditunjukan penangkapan Anies Baswedan jika benar-benar terbukti terlibat dalam kasus korupsi bansos ini. 

 

Ditambah, narasi atau pembuat video sudah berani memberikan ultimatum bshwa Anies adalah tersangka. 

 

Pada faktanya, melansir Kominfo isu ini tidak benar, Anies tidak terlibat dalam dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Pemprov DKI Jakarta ini.

 

Baca Juga: Musim Haji, Konsumsi Avtur Bandara Adi Soemarmo Naik 176%

Kemudian, pihak Pilihan Rakyat juga memotong banyak video tanpa mencantumkan nama narasumber, yang narasinya sama yaitu menduga Anies adalah salah satu pelaku korupsi. 

 

Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut diedit aslinya orang ditengah yang menggunakan baju tahanan KPK adalah Partialis Akbar, namun wajahnya diedit dan diganti dengan Anies Baswedan.

 

Ini berasal dari berita aslinya berjudul ‘Kasus Patrialis Akbar Ganggu Netralitas Penegak Hukum di Indonesia’ yang diunggah Republika.co.id pada 6 Februari 2017. 

 

Berita ini berisi tentang informasi Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar divonis 8 tahun penjara. Patrialis terbukti melakukan tindak pidana korupsi saat menjadi hakim konstitusi.

 

KESIMPULAN

Video ‘Anies tersangka korupsi bansos DKI, Surya Paloh nyesel dukung penghianat negara’  yang diunggah akun youtube Pilihan Rakyat memiliki konten yang sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian dan hoax kepada Anies Baswedan. 

Load More