Bisnis / Energi
Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:50 WIB
Ilustrasi MyPertamina. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • BPH Migas melakukan pemblokiran massal akun QR Code MyPertamina yang terindikasi disalahgunakan untuk penimbunan BBM solar bersubsidi.
  • Petugas menemukan aktivitas pengisian solar maksimal secara terus-menerus oleh kendaraan yang tidak melakukan mobilitas perjalanan jarak jauh.
  • Tindakan tegas diambil setelah ditemukan pelanggaran berupa penggunaan banyak QR Code dalam satu ponsel dan ketidaksesuaian plat nomor.

Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemblokiran massal terhadap akun QR Code MyPertamina, yang terindikasi disalahgunakan untuk modus menimbun BBM bersubsidi jenis solar.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan modus ini terdeteksi dari adanya aktivitas pengisian solar subsidi hingga batas maksimal harian secara terus-menerus oleh kendaraan yang sama, tanpa adanya mobilitas yang wajar.

Berdasarkan Perpres Nomor 191 Tahun 2014, kendaraan roda enam atau tronton mendapatkan jatah maksimal 200 liter per hari. Secara teknis, volume tersebut mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer.

Namun dalam temuannya, BPH Migas mendapati sejumlah kendaraan mengisi kuota penuh tersebut setiap hari di SPBU yang sama tanpa melakukan perjalanan luar kota.

"Kalau tiap hari mengambil di situ, berarti QR tersebut tidak bergerak. Kendaraannya tidak bergerak. Ini masyarakat dengan pola tersebut dapat dikategorikan mengambil jatah seakan-akan sebagai kebutuhan tiap hari," ujar Wahyudi di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Jumat (17/7/2026).

Menindaklanjuti penyimpangan tersebut, BPH Migas langsung mengambil tindakan tegas di lapangan dengan memblokir QR Code yang bermasalah.

Ilustrasi solar (Antara)

Wahyudi membeberkan, tim pengawas bahkan menemukan satu ponsel yang menyimpan lebih dari satu QR Code, serta ketidaksesuaian antara data di QR Code dengan plat nomor kendaraan fisik.

"Kami langsung kemarin di lapangan memblokir QR Code. Dan tidak sedikit, satu HP isinya lebih dari satu QR Code. Kalau tidak sesuai dengan plat nomor, langsung kita blokir," tegasnya.

Baca Juga: Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?

Load More