/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 15:17 WIB
Relawan Anies Baswedan dihajar karena sebar paham khilafah, benarkah?

Terlebih dua partai yang mendukung pencapresannya, Nasdem dan Demokrat bukanlah partai dengan idealisme agama. 

 

Kemudian, dari video berdurasi 12 menit itu juga tidak ditunjukan kelompok relawan Anies Baswedan manakah yang mendukung paham ini. 

 

Kemudian, pihak Pilihan Rakyat juga ternyata mengedit gambar thumbnail video. Tulisan banner atau spanduk ‘Anies Presiden 2024’ berasal dari relawan Anies sedangkan tulisan ‘Khilafah Yes!’ adalah spanduk yang dibentangkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

 

Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut diedit dari berita aslinya berjudul ‘Acara Muktamar Khilafah 2013 di Stadion Gelora Bung Karno’ yang diunggah Tempo pada 6 Juni 2013.

 

Berita ini berisi tentang informasi bahwa ribuan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengikuti acara Muktamar Khilafah 2013 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2013. Kegiatan ini dihadiri 200 ribu massa HTI se-Jabotabek.

Baca Juga: Profil Moeldoko: Rumit dengan SBY, Kini Diterpa Isu Terkait Al Zaytun

 

Perlu diketahui saat ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah dibubarkan dan pakem khilafah yang dinarasikan dalam video tidak ada hubungannya dengan Anies Baswedan.



KESIMPULAN

Video ‘PENDUKUNG ANIES DI BANTAI WARGA - KARENA SEBAR KHILAFAH’  yang diunggah akun youtube Pilihan Rakyat memiliki konten yang sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian dan hoax kepada Anies Baswedan. 

Load More