Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa turut bersuara terkait dengan kontroversi yang baru-baru ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di DKI Jakarta.
Dirinya menyayangkan manuver pejabat negara tersebut yang terang-terangan menelepon sosok dari Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Hal ini karena kesan yang ditimbulkan oleh Ganjar.
Menurut Saan, meski tujuannya mulia (memberitahukan keluhan warga), elite politikus itu menempatkan posisi dirinya seperti lebih tinggi dari Heru. Pahadal keduanya memiliki posisi yang sama dalam pemerintahan saat ini.
“Itu kan menempatkan posisi seakan-akan lebih tinggi,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (29/6/2023).
Saan menilai hal tersebut bermasalah dalam kacamata etika seorang kepala daerah, hal ini karena sosok itu telah merangsek masuk dalam wilayah pemerintahan kepala daerah lain. Bukan masalah ingin membantu warga saja.
“Tidak pas saja. Kenapa? Posisinya kan sesama kepada daerah. Itu kan sudah masuk ke wilayah yang menjadi kewenangan dari pemimpin daerah lain,” ujarnya.
Menurut Saan, Ganjar mestinya tak langsung menelepon saat menemukan keluhan dari warga. Keluhan itu seharusnya bisa ditampung dan disampaikan pada kesempatan lain.
“Ketika ada pertemuan secara informal, atau pertemuan yang tidak di depan warga secara langsung kan bisa disampaikan,” ucap Elite Nasdem ini.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi enggan menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu lebih baik ditanyakan ke Heru Budi.
"Tanya saja Pak Heru, tanyakan ke Pak Heru," tutur Jokowi usai mengunjungi Pasar Palmerah Jakarta, Senin (26/6/2023).
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Pasar Anyar Bahari, Jakarta Utara. Di sana ia mendengar aspirasi para pedagang. Salah satu yang dikeluhkan ialah terkait retribusi bulanan yang tinggi.
Lantas, Ganjar menelepon Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk menyampaikan hal tersebut. Namun, Heru tidak menjawab panjang karena sedang di acara lain.
Ganjar lalu berusaha menelepon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono. Dalam pembicaraan itu, Joko mengajak koordinator pasar menemui dirinya untuk berdiskusi lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
Kirim Truk Kopi, Nam Ji Hyun Beri Dukungan Manis untuk Jang Nara dan PO
-
Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal
-
3 Power Bank Jumbo dengan Panel Surya, Bisa Nyalakan Laptop dan Kipas Angin saat Mati Listrik
-
Viral! Pria Dilecehkan di Angkot Cipayung, Pelaku Dikepung Warga, Polisi Buru CCTV
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya