Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan akan segera mengunjungi Jakarta Intrnational Stadium (JIS) sebagai salah satu kandidat venue yang digunakan untuk Piala Dunia U-17. Menpora bersama PSSI juga akan rapat bersama dalam waktu dekat untuk membahas persiapan turnamen yang digelar pada November mendatang.
Ditoo berencana melihat stadion yang berlokasi di Jakarta Utara itu bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk memastikan hal-hal yang harus diperbaiki jika memang akan digunakan sebagai salah satu tempat pertandingan pesta sepak bola level junior.
“Ini rencana saya akan mengunjungi JIS dalam waktu dekat ini, karena memang Bapak Presiden juga menginginkan JIS direnovasi sesuai standar,” Ucap Dito di Jakarta, kemarin. Tak Cuma JIS, Dito bakal mengkaji stadion lain yang memiliki potensi bakal dioptimalkan fasilitasnya.
Soal anggaran untuk penataan JIS, Dito mengatakan dana tersebut bakal sepenuhnya berasal dari Pemprov DKI Jakarta.”Tinggal kami asistensi teknisnya, kira-kira yang pasti kami ingin stadion di Indonesia bisa dimaksimalkan kegiatan di sana,”Kata Dito.
Menpora ingin memastikan Indonesia sangat siap sebagai tuan rumah penyelenggara ajang tersebut. Berbagai kesiapan terus dimatangkan, termasuk pada beberapa stadion yang digunakan nantinya. “Sebenarnya kan ini semula untuk yang U-20, kita sudah siap. Nah ini hanya merubah yang ke U-17 nya saja,” Ucapnya.
Dito menambahkam akan mengundang PSSI untuk rapat bersama membahas sejumlah hal terkait penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-17. “Kita coba nanti akan duduk bersama bersama PSSI, membahas penyelenggaraan ini. Intinya kita semua menyambut baik dan antusias. Nanti akan kita bahas mungkin minggu depan. Kita akan terus mencari solusi terbaik,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026