/
Minggu, 02 Juli 2023 | 21:35 WIB
Prabowo Subianto (Instagram/@prabowo)

Isu Hak Asasi Manusia (HAM) dinilai menjadi batu sandungan yang terus menjadi penghalang Prabowo Subianto dalam meraih cita-citanya sebagai Presiden Republik Indonesia (RI)

 

Hal ini setidaknya yang disampaikan oleh jurnalis kawakan Najwa Shihab saat mewawancarai Prabowo, belum lama ini.

 

“Setiap kali eskalasi politik menghangat di pemilu 2014, Pemilu 2019 dan belum lama ini muncul lagi keterlibatan Pak Prabowo di peristiwa 98. Apa tanggapan Bapak soal itu?” tanya Najwa seperti dilansir dari youtube channel Najwa Shihab, Minggu (02/07/23).

 

“Ya begini, ya jadi memang ini fenomena ya dalam arti setiap saya udah ikut pemilu ini (selalu terjadi)” jawabnya..

 

Prabowo menjelaskan ia, sudah 4 kali. Pertama tahun 2004 ia waktu itu ikut Konvensi di Golkar. Kemudian dari 35 calon tersaring 18, lalu dari 18 tersaring 5 orang. 

Baca Juga: Is Pusakata Sindir Para Penyanyi Cover yang Tak Tahu Diri: Semoga Rezeki Kalian Lancar

 

“Habis itu saya kalau nggak salah nomor 4, itu 2004 habis itu 2009 saya maju sebagai wakil presiden, calon wakil presidennya Ibu Megawati bersama PDIP, baru 2014 saya maju sebagai presiden,” jelasnya,

 

Prabowo menambahkan, isu HAM ini dalam kehidupan politik adalah hal yang biasa apalagi berkaitan dengan demokrasi liberal.

 

“Lawan itu harus kita turunkan popularitasnya harus kita istilahnya apa ya kalau bisa kalau bisa dijelek-jelekin terus, supaya tidak bisa muncul,” jata Prabowo.

 

Prabowo menambahkan ini fenomena terjadi di banyak negara, contohnya di Amerika.

 

“Jadi saya anggap ya ini risiko saya sebagai prajurit. Saya telah melaksanakan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan sumpah saya,” katanya.

 

“Lalu, saya pertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk Republik untuk rakyat. jadi saya tenang, saya tidak kemana-mana,” tambahnya.

“Jadi bener memang banyak pihak selalu dibilang inilah itulah, mau kudeta ya kan dan sebagainya, menculik, membunuh dan sebagainya, saya mau apakan ya?” jelasnya.

Load More