Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara terkait dengan aksi blusukan yang dilakukan oleh sejumlah elite politikus, khususnya bakal calon presiden di Pilpres 2024.
Masyarakat kali ini berdebat terkait dengan respons dari manuver tersebut, khususnya yang telah dilakukan oleh Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Kedua belah pendukung dari dua sosok ini saling kritik terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh jagoan oposisi masing-masing.
Kubu Ganjar mengkritik bahwa blusukan mantan menteri pendidikan tersebut sebagai pencurian start kampanye karena dilakukan jauh sebelum aroma pesta demokrasi terasa. Sementara Kubu Anies mempermasalahkan blusukan oposisi yang baru-baru ini diwarnai dengan aksi yang dianggap tak beretika karena berani merendahkan wewenang dari Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Atas hal ini, Refly memberikan pendapatnya, ia mengatakan bahwa manuver blusukan ini terikat dengan jabatan mereka dalam pemerintahan. Aksi Anies tak menjadi masalah karena ia sudah menjadi rakyat biasa.
"Katakanlah Anies telepon Gubernur Jawa Timur, itu masih oke karena dia bukan lagi seorang pejabat publik, ia orang biasa," ucapnya dalam Youtube Medcom Id, dikutip Senin (03/07/2023).
Hal berbeda walau konteksnya sama tentu akan berlaku untuk Ganjar Pranowo. Dia masih menjabat sebagai seorang gubernur yang memiliki tanggung jawab kepada rakyat dalam wilayahnya.
"Ganjar itu dibiayai sebagai Gubernur Jawa Tengah, bukan sebagai calon presiden," ungkap advokat ini secara tegas.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sendiri telah memberikan klarifikasinya atas kritikan terhadap manuver kontroversialnya saat blusukan dengan menelepon Pemprov DKI Jakarta.
Baca Juga: Soal Renovasi JIS Dikaitkan Pencapresan Anies, PSI: Gak Usah Fanatik, Dewasa Dikitlah!
Ia menuturkan hal tersebut dilakukan demi menyampaikan keluhan masyarakat, ia juga mengaku sering dihubungi oleh kepala-kepala daerah dalam penyampaian keluhan-keluhan yang dialami masyarakat setempat.
"Karena kami juga sering diteleponi oleh kepala daerah, itu sesuatu yang biasa," ujarnya, Minggu (25/06/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar
-
Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik
-
Lipstik Wardah Apakah Tahan Lama? Ini 4 Pilihan dengan Klaim Awet hingga 20 Jam
-
ASN Pemukul Perawat di RSUD Koesnadi Jadi Tersangka
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik
-
4 Urutan Skincare Wardah saat Kulit Purging agar Cepat Pulih, Lengkap dengan Harga dan Review