Analis Kajian Terorisme Al Chaidar buka-bukaan terkait dengan dugaan adanya pencucian uang yang dilakukan di pondok pesantren alias ponpes di Al Zaytun.
Dirinya menuturkan bahwa hal ini sudah sedemikian rupa kompleksnya dirancang oleh Panji Gumilang. Tangan sosok tersebutlah yang membuat penyelidikan akan hal ini sampai sulit dideteksi oleh aparat penegak hukum.
Banyak teknik yang digunakan oleh kelompok dari Panji. Salah satu yang paling jelas menurut analis ini adalah penggunaan nama samaran ketika mengumpulkan dana tersebut dari sejumlah elite maupun masyarakat di Indonesia.
"Orang-orang yang mengumpulkan dana qirot atau dana obligasi itu kebanyakan memakai nama sunny atau nama samaran, bukan nama asli," ucapnya dalam Youtube Tvonenews, dikutip Senin (03/07/2023).
Dalam penggunaan nama samaran ini, mereka ternyata tak hanya menyiapkan satu nama. Namun mereka sudah menyiapkan berlapis-lapis guna menghindari deteksi dari aparat penegak hukum.
Pembuktian nama ini sukar dilakukan, pasalnya ia membutuhkan sejumlah saksi tambahan guna memastikan atau menjadi bukti guna mengungkap nama asli dari penadah dana ini.
Selain itu, nama hingga tanda bukti penerimaan dana tersebut ditulis lewat bahasa arab yang membuatnya sulit untuk langsung dilacak untuk ditarik dalam proses hukum di Indonesia.
"Udah namanya samaran, tertulisnya dalam huruf arab lagi, itu akan mempersulit penyelidikan," ungkap dari Al Chaidar.
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut sendiri bahwa ratusan rekening bank ternyata dimiliki oleh Panji Gumilang. Walaupun begitu, ia belum berani menyimpulkan soal aliran dana yang berputar di Ponpes Al-Zaytun.
Baca Juga: Gibran Putra Jokowi Gak Terlewat Disemprit Elite Senior PDIP, Pengamat Sebut Ada Kritik Keras
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Pasca Lebaran, Ini yang Harus Diwaspadai
-
Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura
-
Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini
-
'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Abdul Wahid Disidang, Publik Singgung Dinamika Politik Senggol SF Hariyanto
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak