Loyalis Presiden Joko Widodo (Jokowi), Yusuf Muhammad, mengomentari klaim Komisaris Ancol Geisz Chalifah terkait Jakarta International Stadium (JIS).
Dalam akun Instagram miliknya, Geisz mengatakan bahwa JIS memang belum layak digunakan berdasarkan standar politik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Namun, bila mengacu pada standar Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA, maka JIS telah melebihi standar FIFA. “Namun bila acuannya standar FIFA maka JIS melampaui dari standar FIFA,” katanya.
Geisz kemudian mengatakan bahwa sejak awal dibangun JIS telah mengacu pada buku petunjuk FIFA dan menggunakan konsultan Buro Happhold yang membangun stadion – stadion internasional di Eropa maupun di Qatar.
Tidak hanya itu, pembangunan JIS juga sejak awal melibatkan assessor dari FIFA dan merupakan maha karya anak bangsa karena seluruh tenaga kerjanya adalah tenaga kerja lokal.
Menanggapi hal tersebut, Yusuf menyoroti klaim stadion melebihi standar FIFA namun masih ditemukan masalah di dalamnya.
“Media abal-abal kok dijadikan rujukan. Baru kali ini ada stadion diklaim melebihi standar FIFA tapi masih ditemukan banyak masalah,” ujar Yusuf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @yusuf_dumdum pada Senin (3/7/2023).
“Klaimnya melebihi standar FIFA tapi baru diresmikan pagar pembatas jebol. Belum lagi masalah parkir, dan akses pintu keluar,” sambungnya.
Pegiat media sosial ini kemudian meminta Geisz untuk mengakui kekurangan JIS dan membiarkan pemerintah untuk mengatasinya. Tujuannya agar tragedi seperti tragedi Kanjuruhan tidak terulang.
Baca Juga: 5 Jenis Metode Pijat yang Sering Digunakan serta Manfaatnya bagi Kesehatan
“Sudah banyak testimoni masyarakat soal keluhan di JIS, tapi lu masih ngotot masih cari pembenaran. Mending akui aja kekurangannya dan biarkan dibenahi. Semua demi kenyamanan dan keselamatan penonton,” ujar Yusuf.
“Emang lu mau tanggungjawab kalau ada apa-apa sama penonton ? Jangan sampai tragedi Kanjuruhan terulang dan ujung-ujungnya sibuk cari kambing hitam,” sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional